#Usap-usap blog.. bersihin debu dari blog yang ga ditengokin lebih dari 3 bulan#
Alhamdulillah wasyukurillah..
Baby #2 akhirnya lahir tepat seminggu setelah aku cuti melahirkan. Baby #2 yang kami beri nama : Arzachel Nararya Rendy, dipanggil Adek Nara, lahir tanggal 22 Juni 2012, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun kota Jakarta.. hihihi..
Memang karena aku memilih untuk kembali melahirkan secara Sectio, jadi bisa pilih tanggal. Sengaja pilih tanggal 22 Juni, biar gampang diingat saja, dan kebetulan hari Jumat, hari yang sama dengan hari lahir Kakak Ayrra. Usia kehamilanku pun sudah cukup bulan, 38w 5d. Dan menurut Obgyn-ku, jika memang mau Sectio, sebaiknya jangan sampai ada kontraksi terlebih dahulu. Dan alhamdulillah semua lancar.
Jumat pagi itu, subuh-subuh aku sudah berangkat bersama Popo. Bukan langsung ke RSPI, tapi ke kantor Popo dulu untuk absen. Iya, Popo memang sengaja tidak mengambil cuti dari hari Jumat itu, tetapi mengambil cutinya mulai Senin sehingga bisa menemaniku mengurus baby Nara di rumah nantinya. Kakak Ayrra kutinggal di rumah, dengan berbagai pesan kepada pengasuhnya, untuk segera makan dan mandi karena akan menyusulku ke RSPI bersama Opa dan Oma-nya.
Tiba di RS sekitar pukul 09 pagi. Langsung ke bagian Admission untuk mengurus kamar dan memberi advance atas biaya RS. Seperti yang sudah pernah aku tulis
disini, perkiraan biaya melahirkan di RSPI untuk kelas VIP dan Sectio adalah sekitar 30-32 juta. Dan kami harus membayar advance-nya paling tidak 50% nya. Selesai mengurus advance dan memperoleh kamar yang kami inginkan, aku langsung dirujuk ke ruang VK untuk observasi awal.
Di ruang VK ini, aku dipasang alat CTG untuk memeriksa detak jantung baby dan gerakannya. Alhamdulillah semua normal. Di ruang ini pula aku dikunjungi oleh Obgyn-ku serta Prof. Ruswan yang merupakan dokter anestesi-ku, untuk memastikan kondisi-ku menjelang Sectio siang nanti. Ketika semua observasi dinyatakan baik, aku dipersilahkan istirahat di kamar sambil menunggu waktu Sectio sekitar pukul 13.00.
Aku mendapat kamar 3318, di lantai 3. Ruangannya karena di pojokan, jadi mendapat space yang lebih lega. Di kamar, aku mulai mengaji, mempersiapkan mental menjelang Sectio. Walaupun sudah anak kedua, tapi bukan berarti aku tenang2 saja. Tegang dan deg2an pasti ada, namanya pun mau operasi. Karenanya, aku menenangkan diri dengan mengaji sebelum operasi. Sekitar pukul 11, Ayrra bersama Opa dan Oma nya datang. Kulampiaskan bermain bersama Ayrra, karena nanti toh akan semakin sedikit waktuku bermain bersama Ayrra,karena harus dibagi dengan waktu ku mengasuh dan menyusui Nara.
Sekitar pukul 1 siang, suster mendatangi kamarku, mempersiapkanku dengan baju operasi, dan membawaku dengan kursi roda menuju ruang operasi di lantai 2. Semua keluarga mengantarku hingga ruang operasi. Suamiku, anakku, Eyang Putri dan Eyang Kakung, Opa dan Oma, serta adikku dan iparku turut mengantarku. Ga kuat juga aku menahan air mata sebelum masuk ruang operasi. Kukuatkan hatiku, dan tetap beristighfar agar memperoleh ketenangan.
Di dalam ruang operasi, aku masuk ke ruang 01. Di dalam, waktu menunjukkan pukul 13.15. Semua dokter sedang bersiap, alat2 juga sedang disiapkan. Prof Ruswan sudah mengelus2 punggungku, siap untuk menusukkan jarum suntiknya ke tulang belakangku. Yaaa.. aku masih ingat rasanya ketika saat Sectio Ayrra dulu, dan sekarang aku harus mengalaminya lagi. Tapi karena sudah pengalaman, kali ini aku tidak terlalu tegang. Ku rileks-kan badanku, sambil terus berdoa. Tak berapa lama, jarum suntik sudah menusuk, dan kakiku terasa kebas, tak berasa apapun, hingga akhirnya dibantu para nurse di ruang bedah untuk ditidurkan. Ketika obgyn-ku sudah datang, dan dipasang musik jazz di ruang operasi, dimulailah operasi itu. Dokter anak pun sudah datang.
Waktu menunjukkan pukul 13.39 ketika aku mendengar tangisan bayi setelah perutku didorong ke bawah oleh para dokter. Alhamdulillah, baby #2 sudah lahir. Para dokter memberi selamat padaku. Alhamdulillah, laki-laki. Sepasang sudah putri dan putra kami.
Baby #2 langsung diberikan padaku untuk melakukan IMD. Tetapi IMD ku sepertinya tidak berhasil, karena baby #2 menangis sepanjang IMD. Dan akupun dalam keadaan kurang sadar akibat pengaruh bius. Jadilah, IMD yang hanya berlangsung 20 menit itu tidak berhasil.
Ketika aku terbangun, aku sudah ada di ruang pemulihan. Tak berapa lama, aku didorong kembali ke kamarku untuk menyusui baby #2.
Alhamdulillah, baby #2 sudah diazankan oleh Popo. Ketika ditimbang dan diukur, beratnya adalah 3,810 kg dan 51 cm. Cukup besar yaaa.. Alhamdulillah semua sehat.. Pemulihanku juga berlangsung cepat. Doa kami, semoga Nara menjadi anak yang sholeh, menjadi lelaki yang mulia, berilmu, dan dimudahkan rezeki-nya, seperti arti nama Nara. Aamiin.