Sebenernya sayang banget untuk menggundul rambut Ayrra, karena rambutnya yang sangat amat lebat banget (emak2 lebay nih bahasanya.. hahaha..). Aku memang rajin minum air kacang ijo saat hamil, ditambah pula suamiku memang banyak rambutnya di badannya, sehingga lahirlah Ayrra yang berambut lebat. Orangtuaku dan mertuaku juga menyerahkan sepenuhnya keputusan di tangan kami, apakan Ayrra akan digundul atau tidak.
Karena dalam agama mencukur itu dianjurkan (sunnah muakkad), maka kami berkeputusan untuk tetap mencukur Ayrra walaupun sangat sayang sekali akan rambut lebatnya. Tapi kami berpikiran positif, semoga nantinya rambut Ayrra akan lebih bagus lagi, hitam dan lebat, serta semoga Ayrra lebih sehat dengat rambut barunya yang bukan rambut lahir. Amin.
Proses penggundulannya sendiri memakan waktu panjang.
Pagi pukul 9, saudara kami dari Tangerang yang kami mintai tolong karena dia punya salon tiba. Penggundulan dimulai dari bagian depan kepala. Sampai 1/2 jalan, Ayrra masih anteng dalam gendonganku. Tiba2 Ayrra pipis membasahi dasterku, dan kemudian menangis kencang. Ya, akhirnya penggundulannya di pending dulu. Aku ganti celananya, dan juga bajuku, kemudian aku susui Ayrra terlebih dahulu. Setelah tenang, penggundulan tahap kedua dilanjutkan. Alhamdulillah, kali ini Ayrra tenang sampai selesai.
Ini foto-foto waktu Ayrra lagi proses penggundulan :
Saat kulihat kepalanya yang botak, duuhhh.. rasanya pingin menangis. Karena rambutnyalah yang juga membuat aku bangga. Tapi aku dan suami bersyukur, telah menjalankan kewajiban kami juga untuk membersihkan kepala Ayrra dengan mencukur rambut jabang bayinya. Semoga Ayrra sayang tumbuh menjadi anak yang sehat, tidak nakal, berbakti pada orang tua, cerdas, dan menjadi kebanggaan mama papa ya Nak. Amin.
Mama Papa Love Ayrraaaa... Mmuah..
0 komentar:
Posting Komentar