Kamis, 08 September 2011

Mudik Lebaran 2011 : Macet dimana-mana :(

Holaaa...
Mama mau cerita mudik lebaran kemarin nih, yang sebenernya sama sekali bukan liburan menurut mama. Karena kok, kesannya dikejar2 waktu terus yaa.. Ga ada santainya sama sekali. Karena dimana-mana macet cet cet, jadi nya banyak waktu yang terbuang.
Thanks to Allah swt, karena Papa diberikan kekuatan dan kesehatan jadi bisa nyetir Jakarta-Semarang-Solo-Yogya-Semarang-Jakarta dengan kuat. Alhamdulillah..

Yuk mulai dirunut ceritanya... It will be a loooong looong story... :D

Minggu, 28 Agustus 2011
Start dari rumah setelah subuh, sekitar pukul 05.30 wib. Semua koper dan prentilannya sudah masuk mobil. Rumah sudah dicek, ikan di kolam sudah diberi makan, Insya Allah siap berangkuts. Oma Opa nya Ayrra kami ajak dalam perjalanan mudik kali ini, biar tau kota kelahirannya Mama. Hehehe.. Janjian sama Eyang-ers di Antam dan kami konvoi 2 mobil. Perjalanan hari ini ternyata perjalanan yang panjang. Waktu tempuh Jkt-Smrg yang biasanya max 10 jam sudah termasuk istirahat, ternyata memakan waktu 21 jam sodara-sodara! Macetnya sudah mengular mulai dari tol cikampek. Menyebabkan kami tidak bisa melalui jalur Pantura dan harus dibuang ke jalur tengah Subang yang berkelok-kelok ga jelas yang akhirnya membuat Ayrra harus muntah-muntah 5x sepanjang perjalanan.. huuuhuuuhuuu...
Pendek kata, kami berangkat jam 5.30, sampai Semarang, check ini di Hotel Horison Simpang Lima, baru jam 02.30.. Perjalanan 21 jam! what a day..

Senin, 29 Agustus 2011
Karena baru sampai di hotel pukul 02.30 pagi, kami langsung makan sahur di resto hotel. Ayrra yang sudah kelamaan tidur di mobil plus pegel2 juga kali ya badannya selama perjalanan, malah kesenengan main2 muter2 di restonya. Mama sibuk mengejar2 Ayrra yang jalan kesana kemari. Selesai sahur sekitar pukul 03.30, kami langsung masuk kamar, bereskan diri dan siap istirahat. Papa dan Ayrra tidur, mama sibuk cuci-cuci dot dan peralatan makan Ayrra, serta baju-baju Ayrra yang terkena muntahan selama perjalanan. Alhasil, mama baru berhasil tidur pukul 05.30 pagi. Wheeewww..
Bangun tidur sekitar pukul 8 pagi, kami langsung bersihkan diri, Ayrra mandi, makan dan minum susu. Kami langsung ke rumah Eyang di Semarang. Di rumah Eyang, Ayrra malah main2 dengan warak endog yang dibelikan Eyang di Pasar Johar.
Hari pertama di Semarang ini, jadwal kami menuju Klenteng Sam Po Kong dan jalan-jalan seputaran Semarang Atas, kampus Undip Tembalang (dimana mama pernah menghabiskan satu tahun disana), rumah bude di Vila Aster, dan terakhir dihabiskan makan malam sekaligus buka puasa di resto Ikan Bakar Cianjur di Jatingaleh. Pulang sesampainya di hotel, mama papa langsung nyalain TV, liat sidang isbat di Kementrian Agama, yang ternyata 1 Syawal ditetapkan tanggal 31 Agustus. Pantesan di Simpang Lima kok ga ada takbiran. Sepi sumepi..

Selasa, 30 Agustus 2011
Yup, karena lebarannya diundur, sahur lagi dong kita pagi ini. Ayrra ikutan bangun juga doong doong doong.. Sibuk lari sana lari sini di resto hotel. Yaahhh seperti biasa mama sibuk ngejar sana ngejar sini. Abis sahur, bobo lagi.
Kebetulan sodara-sodara dari Malang yang berjumlah 18-an orang udah tiba juga di Semarang, dan kebetulan pula nginep di Horison juga, dan yang lebih kebetulan lagi, dapet room di lantai 10 semuaaa... Bener2 kebetulan yang unik.. wkwkwk.. Jadilah lantai 10 itu gegap gempita di koridornya teriakan anak2 kejar2an lah, ibu2 saling gosip lah, bapak2 saling bercengkrama lah.. serasa rumah sendiri.. wkekekek...
Bangun pagi, kami pergi ke rumah bude tertua yang ada di Semarang. Rombongan keluarga dari Malang juga pergi kesana. Riuh sekali suasana di rumah bude. Berhubung bude Semarang lebarannya tanggal 30 Agustus dan mereka sudah menyiapkan aneka masakan, dan kami tetap berpuasa, yaa akhirnya cuma bisa nelen ludah aja melihat aneka masakan itu. Kami di rumah bude hingga zuhur, kemudian melanjutkan perjalanan lagi ke Masjid Agung Demak.
Masjid Agung Demak ini sebenarnya ga terlalu besar bangunannya. Tergolong bangunan bersejarah dan disampingnya ada makam para sultan dari Kerajaan Demak kalo ga salah. Kami sholat disana dan segera kembali ke hotel karena siang yang sangat terik.
Tiba di hotel sekitar pukul 3 sore, mama iseng ajak Ayrra renang di swimming pool hotel yang berada di lantai 6. Papa ga ikutan, dan memilih untuk tidur aja di kamar. Jadi mama, eyang dan adik2 mama jalan deh ke pool nya hotel. Kebetulan memang Ayrra mama bawakan swimsuit nya. Awalnya Ayrra nangis, tapi cuma sebentar. Mungkin karena kaget dengan dingin airnya. Lama-lama Ayrra senang dan banyak temannya di pool yang kecil. Tapi karena sudah kesorean dan Eyangnya Ayrra merencanakan akan mengadakan buka puasa seluruh keluarga dengan mem-booking resto Sederhana (satu2nya resto yang buka malam takbiran itu), ya udah deh mama paksa Ayrra selesai renangnya. Bisa ditebak, Ayrra meronta-ronta minta main air lagi.
Sorenya, kami berangkat ke Sederhana di depan Sri Ratu. Eyangnya Ayrra membooking untuk 40 orang dan alhamdulillah semua datang. It's been 9 years maybe, since we last met. Sussaaaah banget untuk ngumpulin keluarga besar kaya gini lagi. Alhamdulillah bisa silaturahmi lagi. Ayrra lagi crancky nih di acara ini. Nangis kejer ga jelas. Dooohh sedihnya mama. Ternyata Ayrra ngantuk. Setelah acara, bobo pules deh Ayrra di malam takbiran.

Rabu, 31 Agustus 2011
Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar..
Gema takbir berkumandang dari Masjid Baitulrahman Simpang Lima Semarang. Mama bangun kesiangan pagi ini. Baru bangun pukul 05.30. Padahal shalat Ied dimulai di Semarang pukul 06.15. Langsung deh grabag grubug, buru2 mandi, bangunin Ayrra, ganti baju, endesbre endesbre. Alhamdulillah dalam 30 menit semua selesai dan bisa langsung jalan ke Lapangan Simpang Lima. Ayrra bagaimana? Alhamdulillah karena mungkin cukup tidurnya, jadi ga rewel waktu digantiin baju muslimnya. Lucuuuu sekali liat Ayrra in white.
Sayangnya, mama ga bisa ikut sholat Ied lagi tahun ini. Karena Ayrra pasti menangis kalau mama tinggal sholat. Dan justru mengganggu ke-khusu-an jamaah lainnya jika Ayrra mama biarkan menangis. Mudah2an tahun depan mama sudah bisa ikutan sholat Ied kembali. Amin.
Selesai sholat Ied, kami kembali ke hotel, saling bersalam-salaman bermaaf-maafan dengan seluruh saudara, dan dilanjutkan dengan sarapan di resto hotel. Sayangnya, menu ketupat yang kami harapkan di hari lebaran ini tidak tersedia di hotel pagi itu. Agak kecewa sedikit sih, tapi ga mengurangi nafsu makan kami pagi itu yang memang sedang lapar berat. Hehehehe
Selesai sarapan, kami check out sekalian, karena berencana menuju Yogya untuk tujuan selanjutnya. Sebelum ke Yogya, kami nyekar terlebih dahulu ke makan Eyang nya mama di Bergota, yang merupakan bukit pemakaman terbesar di Semarang. Wuiiih, rame nya maaakkk.. Memang setiap tahun seperti itu kalo mau ziarah pas hari lebaran. Selesai menyekar, kami ke rumah Eyang Semarang untuk menjemput beliau, karena Eyang akan kami ajak ke Yogya juga. Langsung cap cus ke Yogya pukul 1 siang.
Perjalanan ternyata macet marecet cet cet sodara-sodara. Waktu tempuh Semarang - Yogya yang biasanya max 4 jam, kali ini memakan waktu 9 jam! Macet total sepanjang Ungaran hingga Bawen, dan padat merayap sepanjang perjalanan ke Yogya. Akhirnya kami baru bisa sampai di Yogya pukul 10 malam. Check in di guest house Omahku di daerah dekat Bandara Adisucipto, karena hotel di Yogya hampir semua full booked. Kalaupun ada, rate nya ga reasonable cyiiin.. Sayang dong budget liburannya abis buat hotel ajah. Oh iya, sepanjang perjalanan ke Yogya ini, mama dalam kondisi ga fit. Muntah-muntah, panas dingin. Untungnya cepat diobati, minum biogesic dan langsung ces pleng. Alhamdulillah...

Kamis, 1 September 2011
Kamis pagi, kami sudah siap dengan jadwal kunjungan Yogya. Pagi ini kami akan mengunjungi mbah nya si mas yang berada di Bantul. Mbah ini adalah ibunya Opa nya Ayrra. Mama pun belum pernah bertemu dengan si mbah. Ya ayuuuk aja, sekalian silaturahmi. Perjalanan ke Bantul memakan waktu sekitar 1.5 jam. Karena ternyata lalu lintas nya padat juga ke arah sana. Sesampainya di Bantul, ternyata daerah rumah si mbah masih sangat pedesaan sekali, asri juga. Ayrra senang bermain di sekeliling pekarangan si mbah. Alhamdulillah ga rewel. Hingga selepas zuhur kami berada di Bantul, kemudian kami bertolak ke Kasongan, hunting gerabah. Bagus-bagus sih keramik dan gerabah disana, harga nya juga terjangkau. Cumaaa.. mama bingung mau letakkan di mana, soalnya Ayrra masih sering nabrak sana nabrak sini kalo jalan. Yaaahh mungkin kalau Ayrra sudah agak besar nanti, mama bisa koleksi gerabah Kasongan. :D
Dari Kasongan, kami makan siang sebentar di daerah dekat situ, dan bertolak ke Candi Borobudur di Magelang. Weeess.. musim liburan, jadilah jalan ke Borobudur pun padat merayap. Kami baru tiba di candi Borobudur sekitar pukul 16.30. Sedangkan pintu masuk candi akan ditutup pukul 5 sore. Hahahha.. lagi lagi kami berkejaran dengan waktu. Alhamdulillah, kami masih sempat menikmati candi, dan sempat naik hingga ke puncak candi Borobudur. 4 thumbs up buat popo, yang kuat gendong Ayrra sambil naik-naik ke candi Borobudur. Hihihi... Biar cepet kuyuss ya Po.. :D
Pulang dari Borobudur sekitar pukul 7 malam, disebabkan antrian kendaraan keluar Borobudur yang mengular. Dan kembali dihadang kemacetan jalan menuju Yogya. Akhirnya, kami baru tiba di Omahkoe pukul 10 malam kembali :(

Jumat, 2 September 2011

Jadwal Jumat ini adalah mengunjungi Candi Prambanan, Malioboro dan kemudian bertolah ke Solo untuk menyekar ke makam Eyang di Solo.
Pagi-pagi kami menuju Candi Prambanan, yang alhamdulillah masih sepi. Hingga pukul 10 kami di Prambanan, dimana Ayrra senang sekali ketemu badut Teletubbies Poo di sana. Dari Prambanan, bertolak ke Malioboro, dihadang kemacetan. Baru tiba di Malioboro pukul 12 siang. Disini ada insiden dimana mobil kami ditabrak pemudik lainnya juga. Alhamdulillah kasusnya sudah selesai, dengan berdamai, walaupun kami juga akhirnya harus mengeluarkan biaya tambahan karena si penabrak tidak mau menanggung full biaya kerusakan. Karena insiden tabrakan itu, akhirnya kami tidak beli apa-apa di Malioboro, sama sekali tidak. Kami langsung menuju Solo karena takut kemalaman sampai di makam Eyang. Ternyata benar, lalu lintas yang padat membuat kami baru bisa tiba di makam Eyang tepat saat azan magrib berkumandang. Kami akhirnya hanya dapat membaca Al-Fatihah, dilanjutkan doa, dan tidak sempat membaca yasin dan tahlil karena kondisi yang sudah malam. Selepas dari makam, kami mampir sebentar ke kediaman Eyang Solo yang ternyata sangat ramai dengan cucu-cucu beliau. Tidak lama disana, kami langsung pulang menuju Semarang karena sudah lelah. Dan memang menjadi malam yang melelahkan, karena perjalanan Solo - Semarang ternyata memakan waktu 7 jam, sehingga kami baru tiba di Semarang check ini di Hotel Ibis pukul 2 pagi...
Wheeewww.. sungguh lebaran kali ini hanya diisi dengan macet macet dan macet..

Sabtu, 3 September 2011

Karena baru sampe hotel jam 2 pagi, dimana kondisi badan kami semua sudah remuk redam kecapean dan mata lelah serta hidung srat srot srat srot karena pilek, langsung dong kami tidur. Bangun-bangun jam 6.30 pagi, mama langsung mandi dan siapin susu Ayrra. Ayrra bangun jam 7, mama susuin dan siap mandi. Papa bangun berikutnya, langsung mandi juga. Beres mandi semua, kami langsung breakfast di resto hotel di lantai 2. Yummyy.. karena semaleman ga sempat makan malam akibat kejebak macet, pagi itu kami makan dengan bar bar, termasuk Ayrra. Wekekekek...
Selesai sarapan, kami naik lagi ke kamar di lantai 7, bobo lagi. Wehehehe.. Soalnya mau siap2 check out jam 12 dan langsung balik Jakarta. Ya.. menilik dan menimbang bahwa kemacetan sebegitu parahnya, maka kami memutuskan akan pulang lebih awal. Yang tadinya akan pulang ke Jekardah hari minggu pagi, akhirnya dimajukan hari Sabtu siang. Setelah bobo-bobo sebentar sampe jam 12, kami check out dan bergegas menuju sentra oleh-oleh di Semarang, yaitu Bandeng Juwana di Jl Pandanaran.
Omigot, disana penuhnya ternyata melebihi pasar. Antriannya ga ku ku deh.. Kami membeli 10 kg Bandeng Presto, and guess what? Butuh 2 jam ajah loh buat beli Bandeng ituhh.. Wewww.. Kelar dari Bandeng, kami pamit sebentar ke rumah Eyang Semarang, dan langsung cabcus ke Jakarta tepat pukul 3 sore.
Bye bye Semarang... Bye bye liburan yang penuh sesak tak dapat dinikmati..

Belum selesai disini aja cerita kemacetan nya, karena kami butuh waktu 24 jam untuk sampai Jekardah.. Yaaa.. 24 jam! Catet!
Perjalanan terlama untuk mudik sepanjang hidup mama..
Kami tiba di Jekardah dan di rumah tercintah hari Minggu, 4 September 2011 pukul 3 sore. Alhamdulillah, walaupun lelah yang amat sangat, kami masih diberi keselamatan selama liburan lebaran kali ini.
Mudah2an kami masih diberi umur panjang untuk bisa menemui Ramadhan dan Idul Fitri tahun depan. Amiiin..

Sekian cerita mama untuk liburan lebaran kali ini. Yang isi nya cuma macet macet dan macet.. Hihihi.. :D

0 komentar:

Posting Komentar