Tampilkan postingan dengan label liburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liburan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Mei 2012

Wonderful Bali Holiday - Day 2

Lanjutan Day 1 dari sini

Hari kedua ini, itin kami di Bali antara lain :
1. Exploring hotel, menikmati private beach Aston Benoa
2. Naik Glass Bottom Boat menuju Pulau Penyu Tanjung Benoa
3. Menuju Garuda Wisnu Kencana
4. Makan siang di Pecel Bu Tinuk
5. Uluwatu
6. Lihat sunset di Klapa, Dreamland

Hihihi.. cukup padat yaaa.. Tapi aku sudah perhitungkan karena jaraknya yang dekat-dekat tiap tempatnya, jadi sepertinya memungkinkan untuk bisa dikunjungi semuanya.

Pagi-pagi jam 5.30 Wita, aku sudah bangun. Sholat Subuh, mandi, beres-beres sana sini, dan bangunin popo.. Popo mandi, gantian bangunin Ayrra, sambil bilang kalo kita mau renang pagi itu. Apa daya, anaknya masih ngantuk aja loh.. Ga mau dibangunin.. Yo wis lah, biarin si anak kicik bobo lelap dulu, biar ga cranky seharian nanti. Jadilah Ayrra baru bangun jam 7 Wita, dimana udah panas aja di Bali. Karena memang mau explore hotel, jadi begitu Ayrra bangun, langsung kita ajak jalan-jalan keliling hotel.

Aston Benoa ini cukup child friendly menurutku. Lingkungannya tenang. Private beachnya bersih, tenang ombaknya, dan pasirnya putih. Aku dan Ayrra asik membuat gunung-gunungan dari pasir pantai. Setelah itu, gantian Popo yang asik main ciprat-cipratan air laut sama Ayrra. Keasikan main di pantai, ga kerasa sudah jam 8 aja. Matahari mulai terik, kami mulai melipir kembali ke hotel untuk bersih-bersih. Berhubung Ayrra belum mandi, jadi mandiin Ayrra dulu baru breakfast.








Sekitar jam 9 Wita kami breakfast di Resto-nya Aston. Makanannya standar breakfast lah ya, tapi enyak-enyak kok.. :)
Paling suka french toast nya sama pancake nya. Ayrra makan apa? Biasalah, ini anak lidahnya Indonesia sekali. No bread, No pancake, maunya nasi putih ato nasi goreng. Titik. Hahaha.. Berhubung nasi gorengnya enyak juga, langsung aja aku bekal nasi gorengnya, masukin ke wadah lock n lock yang selalu aku bawa kemana-mana #emak irit# untuk bekal makan siangnya Ayrra, takut-takutnya kelewat jam makan Ayrra dan belum nemu resto yang OK. hihihi.. #pembenaran#

Selesai breakfast, kami sudah ditunggu driver kami Pak Rahman di lobby hotel. Yaaa... dimulailah petualangan hari ini.

Hari ini aku dan popo sudah berkostum celana pendek, artinya sudah siap untuk basah-basahan. Agenda hari ini memang mau naik Glass Bottom Boat menuju Pulau Penyu (Turtle Island). Keluar dari hotel sekitar pukul 9.30, kami menuju ke salah satu agent di Benoa yang gak jauh dari hotel untuk menyewa kapal menuju Pulau Penyu. Setelah tawar menawar, akhirnya kami bisa menyewa Glass Bottom Boat nya sebesar IDR 325 K. Kapalnya cukup bagus, bersih, dan terawat. Yang jadi masalah buat aku, karena modelnya yang seperti speed boat tapi ukurannya besar, maka setiap kali pecah ombak, langsung kontraksi lah perutku. Hihihi... bumil bandel.. Harusnya mungkin aku naik yang model perahu nelayan biasa, harga sewanya juga lebih murah sekitar IDR 250 K, tapi berhubung popo pinginnya sewa yang model speed boat, yo wislah, si momo yang jadi tumbalnya, kena kontraksi bolak balik. Hehehe..

Perjalanan naik glass bottom boat menuju Pulau Penyu ga terlalu lama, sekitar 20 menit. Sepanjang perjalanan, kita bisa melihat bawah laut yang kaya akan biota laut dan ikan-ikan kecil yang lucu-lucu sambil memberi makan ikannya. Sampai di Pulau Penyu, kami langsung disambut (atau dihadang?) oleh guide yang menemani kami selama di Pulau Penyu. Pertama kami diantar ke kandang Penyu yang besar, dimana kami bisa foto-foto dengan penyu itu, atau bahkan bisa menaiki penyunya jika pengunjungnya adalah anak kecil. Berhubung Ayrra ga mau naik penyunya, ya akhirnya cuma foto-foto di sebelah penyu besar itu. Lanjut ke anak-anak penyu, di sini kita bisa pegang anak-anak penyunya untuk foto bareng kita. Geli juga pegang anak-anak penyu itu, apalagi ketika kakinya gerak-gerak.. hihihi..







Dari bagian penyu-penyu, kita beralih ke bagian ular. Hahaha.. klo bagian ular sih bagian momo. Yang jijik pegang ular justru popo. Jadinya, cuma aku yang pegang ular saat difoto. Lepas dari ular, ada berbagai hewan lain yang bisa difoto bersama, antara lain burung hantu, kelelawar dan monyet. Terakhir, kami berfoto di lambangnya Pulau Penyu yang bertuliskan "Welcome to Turtle Island".





Lelah berpanas-panasan di Pulau Penyu, kami duduk-duduk di warung yang memang sepertinya disediakan di Pulau Penyu untuk melepas lelah sejenak sebelum kembali ke perahu. Kami memesan 3 kelapa muda batok @ IDR 20 K, yang mana ternyata kelapa mudanya masih sangat muda, ga ada dagingnya boo.. hihi.. tapi cukup lah buat mengusir dahaga air kelapanya.


Selesai minum air kelapa, kami pun kembali ke perahu, untuk kembali menuju Tanjung Benoa melanjutkan itinerary yang lain. Ternyata sesampainya kembali di Tj Benoa, Ayrra cranky, karena mengantuk dan memang sudah masuk jam tidurnya yang sekitar pukul 11. Belum lagi laut sedang pasang sehingga celana ku basah kuyup saat turun perahu. Ganti baju dulu deh, lanjut menidurkan Ayrra di mobil.


ini perahunya...

Tujuan selanjutnya adalah Garuda Wisnu Kencana. Karena masih jam 11 dan masih kenyang, akhirnya diputuskan makan siang diundur saja setelah dari GWK. Ayrra sudah tidur di pangkuanku, dan selama kami berada di GWK, Ayrra tetap tidur. Jadi Ayrra ga tau tuh, kalo selama sejam kami berada di GWK, foto-foto, keliling-keliling, dll. Untungnya di GWK ada tempat yang lumayan adem dinamakan Balai Bengong, dimana kita bisa melihat miniatur rencana GWK jika sudah jadi, dan ada teropong yang bisa melihat Bali dari ketinggian dengan membayar koin IDR 5 K per 2 menit. Untungnya lagi, Pak Rahman sang driver sangat menolong dengan menggendong Ayrra yang tidur selama kami berkeliling GWK. Jadi Ayrra bobo di Balai Bengong digendong Pak Rahman, sementara aku dan popo berfoto-foto dan berkeliling. Hehehe.. Thanks to Pak Rahman yang udah jadi super driver sekaligus baby sitter buat Ayrra.. hehehe..




Selesai sightseeing di GWK, ternyata udah jam 1 aja. Perut sudah keroncongan. Kami minta tolong Pak Rahman untuk mengantar ke Nasi Pedas Bu Andika di daerah Kuta. Tapi apa daya, siang itu jalanan ke Kuta macetnya minta ampun. Jadilah kami makan di Nasi Pecel Bu Andhika yang pertama kami lewati. Makanannya murah-murah, dan langsung dipasangi label harga gitu setelah pesanan kita bawa. Jadi, nanti tinggal di total aja yang harus dibayar, berdasarkan label harga yang kita terima, baik untuk makan dan minumannya.

Puas mengisi perut di Nasi Pecel Bu Andhika, kami balik lagi ke arah selatan menuju Uluwatu. Siang itu sebenarnya rencana kami langsung ke Dreamland, tapi kok ya sinar matahari masih terik banget, masih jam 3 sore, masih jauh menuju sunset yang memang kami jadwalkan di Dreamland. Atas saran Pak Rahman, kami pergi dulu ke Uluwatu yang ga terlalu jauh dari Dreamland.

Di Uluwatu ini terdapat pura dan hutan yang didiami kera yang cukup banyak. Di sore hari menjelang matahari terbenam juga terdapat pertunjukan Tari Kecak yang menawan. Sayangnya kami sampai di Uluwatu sekitar jam 3 sore, saat matahari masih terik-teriknya. Kami memutuskan untuk menggunakan jasa pemandu wisata untuk membantu menghalau kera-kera yang nakal di hutan Uluwatu. Karena pada saat yang bersamaan dengan kami, ada perempuan yang kehilangan digicam-nya karena diambil oleh kera-kera disana, dan hingga kami pulang pun kamera nya belum ditemukan. Yang kami takutkan bukan barang tepatnya, tapi takut Ayrra dicakar atau diganggu oleh gerombolan kera itu. Alhamdulillah, sepanjang kami disana tidak diganggu sama sekali oleh gerombolan kera itu.



Pemandangan di Uluwatu ini memang sangat indah. Lebih indah lagi jika menjelang sunset sebenarnya. Bisa berfoto di pinggiran tebing yang di bawahnya tepat samudra dan latar belakang langit yang biru, sungguh benar-benar keagungan Allah yang menciptakan. Yang agak menguras tenaga adalah naik undak-undakan menuju pura yang di atas. Huffff... dengan kondisi hamil 7 bulan, cukup melelahkan buatku. Apalagi popo yang sambil menggendong Ayrra, keringatnya berjatuhan terus. Hihihi.. hitung-hitung olahraga siang ya po...

Cukup satu jam kami berada di Uluwatu, karena panas yang juga masih menyengat, kami memutuskan untuk meninggalkan Uluwatu, dan segera menuju Klapa, Dreamland. Perjalanan menuju Klapa dari Uluwatu tidak terlalu jauh, hanya jalan menurun dan bisa dicapai sekitar 15 menit. Sekitar pukul 15.30 kami sudah tiba di Klapa. Ganti baju Ayrra sebentar, kemudian kami langsung masuk ke Klapa.

Untuk masuk ke Klapa, kami diharuskan membayar entrance fee-nya sebesar IDR 100 K per orang. Untuk Ayrra masih gratis. Entrance fee-nya itu bisa digunakan untuk membeli makanan dan minuman selama di resto-nya. Karena masih siang dan perut masih kenyang, kami memilih untuk berfoto-foto dulu sambil berkeliling Klapa yang memang view-nya bagus banget. Sekitar pukul 5 sore, barulah kami mencari table untuk memesan makan. Sekalian juga menyuapi Ayrra. Favorit Ayrra tentu saja nasi goreng. Jadi aku memesang nasi goreng ayam untukku dan Ayrra, sementara popo memesan nasi goreng daging. Nasi gorengnya enyaak.. menunya lengkap dengan sate ayam/daging lilit yang yummy. Ayrra pun lahap makannya.









Selesai makan, ga terasa matahari mulai terbenam. Cepat-cepat kami turun menuju pantai Dreamlandnya untuk mengabadikan moment indah itu. Ayrra bolak balik teriak : mamaaa.. matahali mau ilang.. mau ilaang.. hahaha.. lucunya kamu Nak..
Tangga menuju pantai Dreamland kalo dari Klapa ga terlalu curam dan ga terlalu banyak anak tangga yang harus dituruni. Akhirnya kami bisa berfoto-foto tepat sebelum matahari terbenam. Setelah terbenam, kami foto-foto lagi di pinggir kolam renang Klapa yang berada di tepi tebing. Kami memang ga mengagendakan renang di Klapa, karena toh di hotel juga kolam renangnya sudah lebih dari cukup. Sekitar pukul 6 sore, kami memutuskan untuk meninggalkan Klapa. Perut kenyang, hati senang, senyum sumringah :)

Pak Rahman sudah menunggu kami di lobby Klapa ketika kami memutuskan untuk pulang kembali ke hotel Aston. Yaaa.. hari kedua ini benar-benar padat jadwalnya. Untungnya Ayrra gampang makannya, gampang tidurnya, dan ga cranky. Emang bepergian dengan toddler itu harus ikut jadwal toddlernya yaa.. Alhamdulillah Ayrra cukup kooperatif hari ini.

Perjalanan dari Klapa, Dreamland menuju Aston Benoa ga memakan waktu lama. Sampai di hotel sudah pukul 7 malam, kami juga sudah lelah, dan alhamdulillah sudah kenyang makan di Klapa. Tinggal istirahat dan menikmati indahnya malam dari balkon hotel Aston.

To be continued..




Selasa, 08 Mei 2012

Wonderful Bali Holiday – Day 1

Yiihaaa.. Akhirnya sampai juga di hari yang ditunggu-tunggu.

Apalagi kalau bukan Liburaaaaaaaaan..

Liburan yang direncanakan dari bulan Februari ini, pas ada tiket Garuda Promo, akhirnya terlaksana juga. Sebenarnya aku dan popo merencanakan liburan di akhir November tahun lalu. Ternyata oh ternyata, aku diberi amanah untuk hamil lagi. Awal trimester pertama pun aku mual-mual ga jelas, jadinya dipending deh liburannya, entah kapan. Nah, ga sengaja pas awal Februari lalu buka-buka web Garuda, lagi ada promo sampai tanggal 7 Feb. Langsunglah telp popo, nanya mau jadi liburan ga untuk April? Popo sih terserah aku aja, ya udah, aku bookinglah ke Bali untuk bertiga dengan Ayrra di akhir April. Pertimbanganku, akhir April sudah selesai laporan keuangan triwulan 1 tahun 2012, jadi akupun ga ada tangggung jawab pekerjaan saat cuti.

Permohonan izin cuti aku dan popo Alhamdulillah ga mengalami masalah. Semua smooth, aku dan popo sama-sama ambil cuti 3 hari kerja, Kamis 26 April s.d Senin 30 April 2012.

Pagi-pagi tanggal 26 April, jam 2.30 pagi (yeaahh.. jam 2.30 pagi *catet*), aku sudah bangun. Langsung mandi dan siap-siap perbekalan Ayrra. Jadwal pesawat kami sih take off nya jam 06.10 pagi. Tapi berhubung rumah kami yang jauh dari Bandara, di Depok aja gituhh, ya ga ada salahnya untuk siap lebih awal. Selesai mandi sekitar jam 3 pagi, sholat Tahajud dulu, trus mulai siapin bekal untuk Ayrra. Ayrra malamnya sudah aku gantikan baju dengan baju pergi, jadi tinggal angkut aja Ayrra ke taxi dan ganti diapersnya. Popo aku bangunkan sekitar jam 3 untuk mandi dan beberes. Taxi pesanan sudah stand by jam 3.30 pagi. Jam 4 pagi kami berangkat. Here we goooo…
Sampai Bandara sekitar jam 5, langsung minta tolong porter untuk bawa barang, walaupun kami cuma bawa satu tas besar dan satu tas punggung, tapi ga ada salahnya minta pertolongan porter karena Ayrra masih tidur, jadi digendong popo, dan aku dalam keadaan hamil besar 29 weeks, sudah terlalu lelah untuk mendorong tas koper dan bawa tas punggung. Langsung menuju ke loket check in, tapi karena aku sudah check in untuk booked seat di bagian depan di counter Garuda di Margo City Depok, jadi aku dapat seat di 5D dan 5E.

Sampai di ruang tunggu, di gate 16, aku harus mengisi form keberangkatan atas kehamilanku dilampirkan dengan surat dokter yang memang sudah aku copy untuk perjalanan ini. Ga terlalu lama mengisinya, hanya identitas diri dan tanda tangan pernyataan bahwa jika terjadi sesuatu selama perjalanan, maka menjadi tanggung jawab penumpang. Ok, surat pernyataan diisi, ditandatangan, dan menunggulah kami sampai sekitar pukul 05.45 dimana penumpang dipersilahkan masuk pesawat.
Sebelum naik pesawat, ga lupa foto-foto dulu dong.



Gimana Ayrra naik pesawat? Huhhh.. heboh teriak-teriak.. Walaupun pas saat masuk Ayrra agak2 cranky sedikit karena ketakutannya akan ruang tertutup, tapi itu ga berlangsung lama. Apalagi setelah take off Ayrra langsung tidur, dan ga bangun-bangung sampai kami landing di Ngurah Rai, Bali.
Tiba di Ngurah Rai tepat pukul 09.00 WITA, kami langsung menunggu bagasi kami. Driver yang kami sewa untuk mengantar kami selama di Bali juga sudah menelepon dan menunggu kami. Pak Rahman namanya. Alhamdulillah orangnya sangat santun dan baik.
Beliau merupakan satpam di unit kantorku di Bali, yang diminta tolong untuk menjadi pemandu kami selama di Bali.



Karena di pesawat sudah mendapat sarapan, kami pun langsung cabcus menuju tujuan pertama kami, Bali Bird Park. Bali Bird Park ini terletak di daerah Batubulan, alamat lengkapnya menurut website adalah:

Bali Bird Park
Jl. Serma Cok Ngurah Gambir
Singapadu, Batubulan - Gianyar – Bali
Telephone: 62 361 299352; Fax: 62 361 299614


Sesuai namanya, taman burung ini menyajikan berbagai jenis burung dari belahan Indonesia dan dunia. Tamannya terawat, bersih dan nyaman bagi balita untuk berlari-larian, mengingat di Jakarta cukup jarang taman yang bersih. Tiket masuknya per orang IDR 82.500. Ayrra masih belum bayar, jadi kami hanya membayar untuk 2 orang saja. Jam buka Bali Bird Park ini dari pukul 09.00-17.30 WITA. Karena cuaca di Bali yang umumnya panas terik sepanjang hari saat kami ke sana, jadi lebih baik kalau mengunjungi Bali Bird Park di pagi hari atau sore hari. Saat kami tiba di sana, cuaca cukup bersahabat. Panas namun tidak terlalu terik. Jadi Ayrra bisa lari-larian kesana kemari seolah-olah ingin menangkap burung-burung yang memang sengaja dilepaskan di taman tersebut.





-di souvenir shop-


Pertama masuk, kami bertemu dengan burung kakak tua dan nuri yang berwarna merah dan biru. Ga disia-siakan dong, langsung berfoto di dekat kedua burung tersebut. Ayrra tentu saja teriak-teriak kesenengan pingin banget pegang burungnya langsung, tapi kan ga boleh. Setelah itu kami berjalan mengelilingi taman burung, mulai dari burung di wilayah Sumatra, Borneo, Sulawesi, Papua, dll. Semuanya dibagi berdasarkan wilayahnya, dan tiap wilayah dibatasi dengan pintu masuk bertuliskan nama kawasannya. Cukup informatif menurutku. Di akhir perjalanan, terdapat semacam danau buatan yang didiami pelikan dan sejenis bangau-bangau. Melihat pelikan berdiri di dekat Ayrra, langsung saja didekati oleh Ayrra. Akibatnya, Ayrra dipatuk tangannya. Hihihi.. Kaget bukan main Ayrra, tapi untungnya Ayrra ga kapok dan ga nangis.
Menjelang pintu keluar Bird Park, kita akan melewati souvenir shop. Ya..yaaa..yaaa.. bagi yang bawa anak kecil, tentunya susah untuk ga meminta anak-anak tidak tertarik pada barang-barang yang dijual disitu. Lucu-lucu memang, dan typical harga di souvenir shop tempat wisata, sudah pasti barang-barangnya mahal. Hehehe… Seperti yang Ayrra pilih, hanya mainan plastic bangau-bangauan, dibandrol dengan harga IDR 66.000. Ayrra ga mau lepas itu bangau nya, akhirnya dibelikan juga sama popo itu bangau. Hihihihi…

Di seberang Bird Park, yang masih satu kawasan dengan Bird Park-nya, terdapat Reptile Park. Sesuai namanya, Reptile Park tentu berisi bermacam-macam reptile, seperti ular, buaya, biawak, dll. Tidak perlu membayar tiket lagi untuk masuk ke Reptile Park, karena sudah termasuk di tiket masuk yang sebesar IDR 82.500 saat awal tadi. Karena tempatnya yang kurang terlalu nyaman buat anak kecil, maksudnya cenderung gelap dan tidak bebas lari-larian, kami ga berlama-lama disana. Sekedar melewati saja. Ga terlalu lama di Reptile Park, kami keluar dari kawasan Bali Bird and Reptile Park.



Hari sudah cukup siang saat kami keluar dari Bali Bird and Reptile Park, sekitar pukul 13.00 Wita. Karenanya, kami memutuskan untuk cari makan siang dulu. Karena sudah buat itinerary selama 5 hari di Bali, maka jadwal makan siang kami hari itu adalah Bebek Bengil di kawasan Ubud, yang tidak terlalu jauh dari Bali Bird Park. Alhamdulillah hari itu bukan hari libur, masih hari Kamis, jadi ga terlalu sulit untuk mendapatkan tempat di Bebek Bengil. Menu yang dipesan pastinya menu nge-heitz andalan Bebek Bengil : Bebek Goreng Crispy dengan sambal matahnya dan sayuran khas Bali. Karena menggunakan driver, maka kami juga mengajaknya turut makan siang. Harga Bebek Goreng Crispy satu paket beserta nasi dan sayurannya dipatok sekitar IDR 72 K ++. Untuk minuman, kami pesan Ice Tea (IDR 13 K ++) dan Soda Gembira (IDR 28K ++). Total kerusakan sekitar IDR 382 K. Ini kedua kalinya aku makan di Bebek Bengil, pertama kali tahun 2006 saat harganya masih IDR 60 K. Cukup worth it menurutku untuk makan disana dan suasanya sawah yang adem membuat makan juga makin berselera. Popo sampai menambah nasi saking berseleranya makan disana. Entah laper, entah memang enak. Hahaha.. Tapi memang enak sih menurutku, dan crispy nya pas banget. Dilengkapi dengan sambal matahnya yang endues, makin menambah selera makan. Ayrra juga suka. Aku suapin habis separuh porsi nasi dan bebek yang disuwir-suwir. Alamat Bebek Bengil :

BEBEK BENGIL
JL. HANOMAN, PADANG TEGAL, UBUD
0361-975489/977675




Perut kenyang dari Bebek Bengil, kami lanjut lagi ke Bali Safari and Marine Park. Yeah, itinerary hari pertama memang ke Bali Bird Park, makan di Bebek Bengil, lanjut ke Bali Safari, diakhiri dengan check in di Aston Benoa. Bali Safari and Marine Park (BSMP) ini juga terletak di daerah Gianyar, alamat lengkapnya :

Bali Safari and Marine Park
Jl. Bypass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Km. 19,8
(Golden Line of Bali)
Gianyar 80551
Bali – Indonesia



Sudah banyak yang mereview tempat ini, apalagi makin nge-hitz di kalangan ibu-ibu dengan balita. Dan BSMP pun juga terpilih sebagai Indonesia Leading Amusement Park 2011/2012 versi Indonesia Travel and Tourism Awards 2011/2012. Makin terkenal aja deh tempat ini, dan jadi penasaran kalo ke Bali harus dijadwalin BSMP jadi tempat tujuan wisatanya.

Tiket masuk BSMP untuk WNI IDR 135 K per orang. Di bawah 3 tahun masih gratis. Saat ke BSMP lalu, sedang ada promo dari Kartu Kredit BCA, discount 20%. Lumayan juga jadinya mengurangi biaya tiket masuk. #emak irit#

Begitu masuk, langsung diangkut dari Main Terminal dengan bis kereta-nya Safari menuju Terminal Bali, dimana kami akan memulai petualangan di BSMP ini. Ayrra tentu saja kesenengan naik kereta. Ga mau turun saat sudah sampai di Terminal Bali. Hihihi… Di Terminal Bali ini, begitu masuk langsung disambut dengan Fresh Water Aquarium di sebelah kanannya. Ikan-ikannya diobok-obok airnya oleh Ayrra, dikira Ayrra mirip Sea World yang kolam sentuh mungkin. Hahaha.. Ada beberapa jenis ikan, yang tidak berbahaya ditaruh di kolam terbuka, sedangkan yang berbahaya seperti piranha dimasukkan dalam akuarium.




Dari Fresh Water Aquarium, lurus terus berjalan menuju Lobby Barong. Karena tujuan utama kami ingin Safari Exploration dahulu dengan bis Safari, maka kami langsung menuju ke Terminal Toraja untuk menunggu bis-nya. Waktu tunggunya agak lama, sekitar 20 menit saat itu. Dan waktu sudah menunjukkan pukul 16.00, sedangkan BSMP tutup pukul 17.00. Setelah cukup lama menunggu, datanglah bis yang akan membawa kami meng-explore BSMP. Bisnya nyaman, dengan AC yang dingin dan jendela lebarnya memudahkan Ayrra melihat binatang di sekeliling BSMP. Untungnya Ayrra sudah cukup familiar dengan hewan-hewan disana, jadi bisa main tebak nama hewan selama keliling dengan bis. Guide yang di dalam bis juga sangat informatif dan mampu menyegarkan suasana di bis agar tidak bosan. Informatif untuk setiap hewan yang kami temui, langsung dijelaskan dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Kemudian juga setiap melewati jembatan yang bergerigi, mbak Guide nya selalu meminta kami untuk berteriak bersama, jadi seru di dalam bis.





Bis mengelilingi semua lokasi Safari Trek, termasuk Tsavo Lion resto dimana bisa makan sambil melihat singa di sebelah kita (tentu saja dibatasi dengan kaca tebal), serta Mara River Safari, penginapan di dalam BSMP ini. Selesai mengelilingi keseluruhan Safari Trek, bis kembali ke Terminal Toraja.

Waktu masih menunjukkan kurang dari pukul 17.00 Wita, so, kami melanjutkan perjalanan kaki kami keliling BSMP ke arah Waterpark dan Fun Zone. Waterpark nya cukup seru, tapi sayangnya kami ga bawa baju renang saat itu. Dan memang tidak dijadwalkan untuk renang di BSMP ini. Di Fun Zone, Ayrra Cuma minta naik Carousel, yang tiket nya cukup mihil, IDR 30K hanya untuk satu putaran. #ihiks#
Selesai dari Fun Zone, kami sudah cukup lelah. Akhirnya diputuskan untuk kembali berjalan ke arah Lobby Barong, menuju Terminal Bali, dan menunggu bis yang akan membawa kami ke Main Terminal untuk keluar dari BSMP.




Keluar dari BSMP sudah pukul 17.15 Wita, dan kami memutuskan untuk langsung ke Aston Bali Benoa untuk check in. Sebelumnya, mampir dulu di KFC, untuk beli makan malam, karena males keluar lagi kalo sudah di hotel. Hihihi.. jauh-jauh ke Bali makannya KFC juga. Sampai di Aston sudah pukul 18.00 Wita, check in di lobby hotelnya, dapat welcome drink yang sangat segar untuk udara panas Bali sore itu, plus hand towel yang menyegarkan. Deluxe room yang aku booked juga sudah siap, dan view dari kamar kami yang cukup bagus, menuju ke taman dan kolam ikan koi yang menyejukkan. Kamar cukup luas, dengan luas 42 m2. Fasilitas baik, pelayanan ramah, memiliki private beach yang bersih dan tidak ramai, intinya kami puas berada di Aston Benoa. Will be back for the next holiday, I promise.. :)





Malam itu kami hanya leyeh-leyeh di hotel, setelah perjalanan yang cukup melelahkan seharian. A great experience for the first day.. Ayrra pintar, ga rewel, makannya banyak, cukup cooperative, dan yang pasti, papa mama juga senaaaaaaang :)

Stay tune for the next day...

Jumat, 04 November 2011

Quick Escape to Bandung, 29-30 Oct

Yippiiie.. Ke Bandung lagiiii...
Bandung emang ga pernah ngebosenin untuk dikunjungi, lagiii..lagiii.. dan lagiiii..
hihihi.. #kaya iklan#

Awalnya ga ada rencana gimana2 banget sih ke Bandung, pingin coba liburan sejenak setelah penat abis lembur-lembur terus gara-gara laporan Triwulan 3. Dan karena popo tiba-tiba bilang : momo, nih ada hotel gratisan di Bandung, dari temen popo, di Hotel Har*is Bandung, mau coba ga?? Momo langsung mengiyakan duooong.. Siapa juga yg ga suka gratisan. hihihi..

Jadilah momo mulai susun itenerary abal-abal, mau ngapain aja di Bandung. Ga strict juga sih itin nya, karena nyadar, bawa toddler seusia Ayrra yang ga bisa diem pasti ada aja yg mesti diikutin tingkahnya.

Itinnya apa aja sih?
Sabtu : (1) Lunch @ Sapu Lidi (2) Check-in @ hotel + Leyeh2 (3) Origin Resto (4) Rumah Mode (5) Jl Riau

Minggu : (1) Breakfast and Check out early (2) Taman Lalu Lintas (3) Ouval Research (4) Amanda dan Oleh2 lainnya

Well, berangkatlah kami ke Bandung Sabtu pagi pukul 9. Momo dan Popo padahal dah mandi dan siap dari jam 6 pagi aja lohhh saking semangatnya. But hellooo, Ayrra baru bangun tidur jam 7 pagi, ditambah mandi dulu, makan dulu, jadinya baru selesai jam 9 pagi deh.. *pyuhh* Dan berangkat jam 9 pagi itu bukan berarti kami langsung berangkat ke Bandung sodara-sodara. Ternyata masih harus mampir dulu ke rumah Oma Opa nya untuk say bye sebentar, ijin bawa cucu nya jalan2 dulu, ga ketemu sabtu minggu.. Segitunya yaaa? Emang!!! hahaha.. Jalan dari rumah Oma Opa baru jam 9.30.. Disaat udah mau yakin kalo ga ada pemberhentian lagiii, eyangnya nelpon. Yup, eyang lagi di UI, ketemuaaan duooong sebelum ke Bandung.. Hadeeeh, mampir lah dulu kami ke UI. Ayrra digendong2 eyang dulu, sampe akhirnya jam 10.30 sajah sodara2 kami baru berangkuts.. Hihihi.. Kesiangan ya bookk.. Lupakan itin yang pertama : Ke Sapu Lidi untuk makan siang? Corettttt!

Karena berangkat yang udah siang, pas di rest area KM 56, kami udah laper aja loh. Jadilah melipir sebentar ke KFC untuk sekedar isi perut dan isi bensin sekalian. Lanjut perjalanan, sampe Bandung jam 13.30, langsung menuju hotel untuk check ini. Btw, ini pertama kalinya kami ke Bandung dan ga keluar pintu tol Pasteus, melainkan Pasir Kaliki. Karena ternyata hotelnya terletak di Jl. Kopo. Habis check in, kami langsung leyeh-leyeh sebentar, dan karena Ayrra lagi batuk pilek, ya sudahlah kami main2 saja di kamar hotel. Cerita tentang hotelnya? Standard lah ya, kamar kecil, no bath tub, tapi bersih dan masih baru. Pelayanannya lumayan. Makanan lumayan. Yah, wajar dengan rate yang sekian. Eits, tapi kan kami dapet gretongan?? Ga boleh complain dong dong dong.. hihihi..

Jalan-jalan di Bandungnya dimulai pukul 15.30. Kami keluar hotel, mencari arah ke Tol untuk keluar tol Pasteur. Soalnya yang kami familiar cuma jalan2 di sekitaran Pasteur sih, kalo keluar pintu tol lain jadinya masih bingung. Tujuan kami sore itu adalah early dinner di Origin. Walaupun momo udah buka web nya, plus udah print peta ke arah Origin, tapi tetep ya, masih nyasar. GPS di mobil ada, di HP ada, tapi salahkan momo dan popo yang ga melek teknologi ini. Jadi yaaa, nganggur aja ga difungsiin deh. Hahhaa.. Cara paling jitu adalah : langsung telpon Origin dan minta petunjuk jalan dari mbak-mbak yang angkat telponnya. Huahahhaahha.. Long story short, setelah kesasar 3x karena muter di tempat yang satu arah, sampai juga kami di Origin, di jalan Sumatra. Sebenarnya gampang sih arah ke sana, hanya agak mutar2 aja. Karena harus muterin Taman Lalu Lintas, dan setelah itu ambil arah ke kiri, setelah rel kereta api, di sebelah kanan ada Origin Resto dengan huruf "G" besar sebagai penandanya. Konsep resto ini cukup unik. Bagian depan resto adalah toko kecil yang menjual bahan makanan organik, bagian tengahnya barang-barang printilan lucu2 dan menarik hati (momo), dan di bagian belakangnya baru resto nya. Oh iya, di resto nya ini juga sangat cozy, ada sofa-sofa, flat TV dan pernak pernik yang natural seperti pahatan kayu, bangku kayu, dll.

Di Origin kami memesan :
1. Sop buntut Goreng Origin (60K)--> untuk Popo
2. Origin Mixed Grill (80K) --> untuk Momo
3. Mashed Potato (9K) --> untuk Ayrra
4. magnifico (mixed mango strawberry) --> untuk Popo
5. Lift Me Up (Banana, Strawberry, Soya Milk) --> untuk Momo

Gimana reviewnya? Sop buntutnya enak, mixed grill nya juga enak, tapi porsi nya sedikit untuk momo yang lagi kelaperan.. huaaaa.. Mashed potato nya yummy, tapi Ayrra malah memilih makan nasi sama kuah sop buntut popo.. hadeeehhh..

Selesai makan di Origin, niatnya mau ke Rumah Mode, tapi males karena hujan agak deras petang itu, jadi mutusin buat ke Jl Riau aja. Melipirlah kami ke Stamp, depannya Heritage. Niatnya emang buat cari oleh-oleh aja di situ, jadi beliin sweater buat MIL, sama kaos-kaos tulisan Bandung buat si mbak nya Ayrra. Kami sendiri ga beli apa-apa. Dari Stamp sudah jam 8 malam, langsung pulang menuju hotel karena hotel kami agak jauh ya booo.. Lagian suasana hujan gitu enaknya uyel-uyelan di kasur. Hahaha...

Sampai hotel sudah jam 9 malam, popo masih sibuk mindahin channel TV. Momo sibuk gantiin baju tidur Ayrra, dan Ayrra sibuk lari-lari di dalam kamar hotel menghindari momo yang berusaha gantiin bajunya :D What a perfect blend!

Hari kedua di Bandung, kami sudah bangun pagi-pagi. Momo sudah mandi jam 5 pagi, popo juga setelah momo, jadi jam 6 teng, kami sudah rapi dan wangi.. !!! hihihi.. Ayrra pakabar? masih tidur tentunya... Tapi, demi mengejar breakfast lebih awal, Ayrra kami bangunkan saja dengan disumpel susu, hihi.. Bangunlah dia. Momo gantiin baju sebentar, cuciin muka sebentar, dan kami angkutlah Ayrra menuju resto hotel buat breakfast.

Lay out hotel ini cukup lucu sebenernya. Untuk bagian resto-nya, nyambung dengan pool nya. Dan pool nya itu konsepnya yang air luber-luber gitu (apa ya bahasanya.. kok ndeso banget momo ini.. hihi). Ayrra momo suapin bubur ayam sambil main air di tepian pool. Hadeeehh... Toddler kalo pergi liburan, kok ya susah ya makannya. Apa cuma Ayrra aja yang kaya gitu ya? Cuma makan 10 sendok, dan udah.. Ya sudahlah, momo juga ga bisa maksain lagi Ayrra yang lebih tertarik main air daripada makan.

Selesai sarapan, kami bersiap untuk check out. Disinilah mulai crancky nya Ayrra. Nangis gaaaa berenti-berenti, dengan suara yang kejer melengking. Haduuuh, sampe malu sama tetangga sebelah kamar. Ternyata, nangis nya Ayrra itu karena Ayrra ga enak badan. Badannya mulai sumeng dan batuk pileknya semakin menjadi. Akhirnya setelah kelelahan menangis, Ayrra tertidur.

Setelah cabut dari hotel, kami memutuskan untuk menuju Taman Lalu Lintas sesuai itin awal. Sampai TLL masih pagi, pas baru buka jam 9. Di TLL ini, Ayrra juga kurang menunjukkan antusiasmenya. Kayanya karena pengaruh sakitnya Ayrra. Diajak naik kereta-keretaan keliling TLL baru agak mendingan. Overall, TLL ini cukup mendidik dan merupakan sarana hiburan murah untuk anak. Dengan tiket masuk yang hanya IDR 6500, kita sudah bisa bermain sepuasnya di TLL. Eits, tapi kalo mau naik kereta dan permainan lainnya, ada charge lagi yaaa. Sesuai dengan yang tertera di loket masing-masing permainan. Rata-rata IDR 4000 untuk tiap permainan. Ga lama di TLL, jam 10 kami keluar dari TLL, menuju Amanda yang di Dago untuk beli oleh-oleh. Antrian Amanda kebetulan ga terlalu panjang seperti di Kartika Sari. Jadi alhamdulillah ga memakan waktu lama untuk beli oleh-oleh. Standar lah ya oleh-olehnya, Brownies Kukus Blueberry yang jadi favorit.

Amanda ok, maka waktunya pulang. Ya, pukul 11 siang kami sudah berada di jalanan menuju pintu tol Pasteur. Tidak lupa melipir sebentar di kios-kios sebelum pintu toll Pasteur yang menjual keripik tempe dan keripik pisang kesukaan momo. Masuk pintu toll menunjukkan pukul 11.30 dan berakhirlah quick escape kami di Bandung. Ga akan bosen untuk mengunjungi Bandung. Next time, kita telusuri lagi resto-resto ok di Bandung, plus wisata nya.

Kamis, 08 September 2011

Mudik Lebaran 2011 : Macet dimana-mana :(

Holaaa...
Mama mau cerita mudik lebaran kemarin nih, yang sebenernya sama sekali bukan liburan menurut mama. Karena kok, kesannya dikejar2 waktu terus yaa.. Ga ada santainya sama sekali. Karena dimana-mana macet cet cet, jadi nya banyak waktu yang terbuang.
Thanks to Allah swt, karena Papa diberikan kekuatan dan kesehatan jadi bisa nyetir Jakarta-Semarang-Solo-Yogya-Semarang-Jakarta dengan kuat. Alhamdulillah..

Yuk mulai dirunut ceritanya... It will be a loooong looong story... :D

Minggu, 28 Agustus 2011
Start dari rumah setelah subuh, sekitar pukul 05.30 wib. Semua koper dan prentilannya sudah masuk mobil. Rumah sudah dicek, ikan di kolam sudah diberi makan, Insya Allah siap berangkuts. Oma Opa nya Ayrra kami ajak dalam perjalanan mudik kali ini, biar tau kota kelahirannya Mama. Hehehe.. Janjian sama Eyang-ers di Antam dan kami konvoi 2 mobil. Perjalanan hari ini ternyata perjalanan yang panjang. Waktu tempuh Jkt-Smrg yang biasanya max 10 jam sudah termasuk istirahat, ternyata memakan waktu 21 jam sodara-sodara! Macetnya sudah mengular mulai dari tol cikampek. Menyebabkan kami tidak bisa melalui jalur Pantura dan harus dibuang ke jalur tengah Subang yang berkelok-kelok ga jelas yang akhirnya membuat Ayrra harus muntah-muntah 5x sepanjang perjalanan.. huuuhuuuhuuu...
Pendek kata, kami berangkat jam 5.30, sampai Semarang, check ini di Hotel Horison Simpang Lima, baru jam 02.30.. Perjalanan 21 jam! what a day..

Senin, 29 Agustus 2011
Karena baru sampai di hotel pukul 02.30 pagi, kami langsung makan sahur di resto hotel. Ayrra yang sudah kelamaan tidur di mobil plus pegel2 juga kali ya badannya selama perjalanan, malah kesenengan main2 muter2 di restonya. Mama sibuk mengejar2 Ayrra yang jalan kesana kemari. Selesai sahur sekitar pukul 03.30, kami langsung masuk kamar, bereskan diri dan siap istirahat. Papa dan Ayrra tidur, mama sibuk cuci-cuci dot dan peralatan makan Ayrra, serta baju-baju Ayrra yang terkena muntahan selama perjalanan. Alhasil, mama baru berhasil tidur pukul 05.30 pagi. Wheeewww..
Bangun tidur sekitar pukul 8 pagi, kami langsung bersihkan diri, Ayrra mandi, makan dan minum susu. Kami langsung ke rumah Eyang di Semarang. Di rumah Eyang, Ayrra malah main2 dengan warak endog yang dibelikan Eyang di Pasar Johar.
Hari pertama di Semarang ini, jadwal kami menuju Klenteng Sam Po Kong dan jalan-jalan seputaran Semarang Atas, kampus Undip Tembalang (dimana mama pernah menghabiskan satu tahun disana), rumah bude di Vila Aster, dan terakhir dihabiskan makan malam sekaligus buka puasa di resto Ikan Bakar Cianjur di Jatingaleh. Pulang sesampainya di hotel, mama papa langsung nyalain TV, liat sidang isbat di Kementrian Agama, yang ternyata 1 Syawal ditetapkan tanggal 31 Agustus. Pantesan di Simpang Lima kok ga ada takbiran. Sepi sumepi..

Selasa, 30 Agustus 2011
Yup, karena lebarannya diundur, sahur lagi dong kita pagi ini. Ayrra ikutan bangun juga doong doong doong.. Sibuk lari sana lari sini di resto hotel. Yaahhh seperti biasa mama sibuk ngejar sana ngejar sini. Abis sahur, bobo lagi.
Kebetulan sodara-sodara dari Malang yang berjumlah 18-an orang udah tiba juga di Semarang, dan kebetulan pula nginep di Horison juga, dan yang lebih kebetulan lagi, dapet room di lantai 10 semuaaa... Bener2 kebetulan yang unik.. wkwkwk.. Jadilah lantai 10 itu gegap gempita di koridornya teriakan anak2 kejar2an lah, ibu2 saling gosip lah, bapak2 saling bercengkrama lah.. serasa rumah sendiri.. wkekekek...
Bangun pagi, kami pergi ke rumah bude tertua yang ada di Semarang. Rombongan keluarga dari Malang juga pergi kesana. Riuh sekali suasana di rumah bude. Berhubung bude Semarang lebarannya tanggal 30 Agustus dan mereka sudah menyiapkan aneka masakan, dan kami tetap berpuasa, yaa akhirnya cuma bisa nelen ludah aja melihat aneka masakan itu. Kami di rumah bude hingga zuhur, kemudian melanjutkan perjalanan lagi ke Masjid Agung Demak.
Masjid Agung Demak ini sebenarnya ga terlalu besar bangunannya. Tergolong bangunan bersejarah dan disampingnya ada makam para sultan dari Kerajaan Demak kalo ga salah. Kami sholat disana dan segera kembali ke hotel karena siang yang sangat terik.
Tiba di hotel sekitar pukul 3 sore, mama iseng ajak Ayrra renang di swimming pool hotel yang berada di lantai 6. Papa ga ikutan, dan memilih untuk tidur aja di kamar. Jadi mama, eyang dan adik2 mama jalan deh ke pool nya hotel. Kebetulan memang Ayrra mama bawakan swimsuit nya. Awalnya Ayrra nangis, tapi cuma sebentar. Mungkin karena kaget dengan dingin airnya. Lama-lama Ayrra senang dan banyak temannya di pool yang kecil. Tapi karena sudah kesorean dan Eyangnya Ayrra merencanakan akan mengadakan buka puasa seluruh keluarga dengan mem-booking resto Sederhana (satu2nya resto yang buka malam takbiran itu), ya udah deh mama paksa Ayrra selesai renangnya. Bisa ditebak, Ayrra meronta-ronta minta main air lagi.
Sorenya, kami berangkat ke Sederhana di depan Sri Ratu. Eyangnya Ayrra membooking untuk 40 orang dan alhamdulillah semua datang. It's been 9 years maybe, since we last met. Sussaaaah banget untuk ngumpulin keluarga besar kaya gini lagi. Alhamdulillah bisa silaturahmi lagi. Ayrra lagi crancky nih di acara ini. Nangis kejer ga jelas. Dooohh sedihnya mama. Ternyata Ayrra ngantuk. Setelah acara, bobo pules deh Ayrra di malam takbiran.

Rabu, 31 Agustus 2011
Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar..
Gema takbir berkumandang dari Masjid Baitulrahman Simpang Lima Semarang. Mama bangun kesiangan pagi ini. Baru bangun pukul 05.30. Padahal shalat Ied dimulai di Semarang pukul 06.15. Langsung deh grabag grubug, buru2 mandi, bangunin Ayrra, ganti baju, endesbre endesbre. Alhamdulillah dalam 30 menit semua selesai dan bisa langsung jalan ke Lapangan Simpang Lima. Ayrra bagaimana? Alhamdulillah karena mungkin cukup tidurnya, jadi ga rewel waktu digantiin baju muslimnya. Lucuuuu sekali liat Ayrra in white.
Sayangnya, mama ga bisa ikut sholat Ied lagi tahun ini. Karena Ayrra pasti menangis kalau mama tinggal sholat. Dan justru mengganggu ke-khusu-an jamaah lainnya jika Ayrra mama biarkan menangis. Mudah2an tahun depan mama sudah bisa ikutan sholat Ied kembali. Amin.
Selesai sholat Ied, kami kembali ke hotel, saling bersalam-salaman bermaaf-maafan dengan seluruh saudara, dan dilanjutkan dengan sarapan di resto hotel. Sayangnya, menu ketupat yang kami harapkan di hari lebaran ini tidak tersedia di hotel pagi itu. Agak kecewa sedikit sih, tapi ga mengurangi nafsu makan kami pagi itu yang memang sedang lapar berat. Hehehehe
Selesai sarapan, kami check out sekalian, karena berencana menuju Yogya untuk tujuan selanjutnya. Sebelum ke Yogya, kami nyekar terlebih dahulu ke makan Eyang nya mama di Bergota, yang merupakan bukit pemakaman terbesar di Semarang. Wuiiih, rame nya maaakkk.. Memang setiap tahun seperti itu kalo mau ziarah pas hari lebaran. Selesai menyekar, kami ke rumah Eyang Semarang untuk menjemput beliau, karena Eyang akan kami ajak ke Yogya juga. Langsung cap cus ke Yogya pukul 1 siang.
Perjalanan ternyata macet marecet cet cet sodara-sodara. Waktu tempuh Semarang - Yogya yang biasanya max 4 jam, kali ini memakan waktu 9 jam! Macet total sepanjang Ungaran hingga Bawen, dan padat merayap sepanjang perjalanan ke Yogya. Akhirnya kami baru bisa sampai di Yogya pukul 10 malam. Check in di guest house Omahku di daerah dekat Bandara Adisucipto, karena hotel di Yogya hampir semua full booked. Kalaupun ada, rate nya ga reasonable cyiiin.. Sayang dong budget liburannya abis buat hotel ajah. Oh iya, sepanjang perjalanan ke Yogya ini, mama dalam kondisi ga fit. Muntah-muntah, panas dingin. Untungnya cepat diobati, minum biogesic dan langsung ces pleng. Alhamdulillah...

Kamis, 1 September 2011
Kamis pagi, kami sudah siap dengan jadwal kunjungan Yogya. Pagi ini kami akan mengunjungi mbah nya si mas yang berada di Bantul. Mbah ini adalah ibunya Opa nya Ayrra. Mama pun belum pernah bertemu dengan si mbah. Ya ayuuuk aja, sekalian silaturahmi. Perjalanan ke Bantul memakan waktu sekitar 1.5 jam. Karena ternyata lalu lintas nya padat juga ke arah sana. Sesampainya di Bantul, ternyata daerah rumah si mbah masih sangat pedesaan sekali, asri juga. Ayrra senang bermain di sekeliling pekarangan si mbah. Alhamdulillah ga rewel. Hingga selepas zuhur kami berada di Bantul, kemudian kami bertolak ke Kasongan, hunting gerabah. Bagus-bagus sih keramik dan gerabah disana, harga nya juga terjangkau. Cumaaa.. mama bingung mau letakkan di mana, soalnya Ayrra masih sering nabrak sana nabrak sini kalo jalan. Yaaahh mungkin kalau Ayrra sudah agak besar nanti, mama bisa koleksi gerabah Kasongan. :D
Dari Kasongan, kami makan siang sebentar di daerah dekat situ, dan bertolak ke Candi Borobudur di Magelang. Weeess.. musim liburan, jadilah jalan ke Borobudur pun padat merayap. Kami baru tiba di candi Borobudur sekitar pukul 16.30. Sedangkan pintu masuk candi akan ditutup pukul 5 sore. Hahahha.. lagi lagi kami berkejaran dengan waktu. Alhamdulillah, kami masih sempat menikmati candi, dan sempat naik hingga ke puncak candi Borobudur. 4 thumbs up buat popo, yang kuat gendong Ayrra sambil naik-naik ke candi Borobudur. Hihihi... Biar cepet kuyuss ya Po.. :D
Pulang dari Borobudur sekitar pukul 7 malam, disebabkan antrian kendaraan keluar Borobudur yang mengular. Dan kembali dihadang kemacetan jalan menuju Yogya. Akhirnya, kami baru tiba di Omahkoe pukul 10 malam kembali :(

Jumat, 2 September 2011

Jadwal Jumat ini adalah mengunjungi Candi Prambanan, Malioboro dan kemudian bertolah ke Solo untuk menyekar ke makam Eyang di Solo.
Pagi-pagi kami menuju Candi Prambanan, yang alhamdulillah masih sepi. Hingga pukul 10 kami di Prambanan, dimana Ayrra senang sekali ketemu badut Teletubbies Poo di sana. Dari Prambanan, bertolak ke Malioboro, dihadang kemacetan. Baru tiba di Malioboro pukul 12 siang. Disini ada insiden dimana mobil kami ditabrak pemudik lainnya juga. Alhamdulillah kasusnya sudah selesai, dengan berdamai, walaupun kami juga akhirnya harus mengeluarkan biaya tambahan karena si penabrak tidak mau menanggung full biaya kerusakan. Karena insiden tabrakan itu, akhirnya kami tidak beli apa-apa di Malioboro, sama sekali tidak. Kami langsung menuju Solo karena takut kemalaman sampai di makam Eyang. Ternyata benar, lalu lintas yang padat membuat kami baru bisa tiba di makam Eyang tepat saat azan magrib berkumandang. Kami akhirnya hanya dapat membaca Al-Fatihah, dilanjutkan doa, dan tidak sempat membaca yasin dan tahlil karena kondisi yang sudah malam. Selepas dari makam, kami mampir sebentar ke kediaman Eyang Solo yang ternyata sangat ramai dengan cucu-cucu beliau. Tidak lama disana, kami langsung pulang menuju Semarang karena sudah lelah. Dan memang menjadi malam yang melelahkan, karena perjalanan Solo - Semarang ternyata memakan waktu 7 jam, sehingga kami baru tiba di Semarang check ini di Hotel Ibis pukul 2 pagi...
Wheeewww.. sungguh lebaran kali ini hanya diisi dengan macet macet dan macet..

Sabtu, 3 September 2011

Karena baru sampe hotel jam 2 pagi, dimana kondisi badan kami semua sudah remuk redam kecapean dan mata lelah serta hidung srat srot srat srot karena pilek, langsung dong kami tidur. Bangun-bangun jam 6.30 pagi, mama langsung mandi dan siapin susu Ayrra. Ayrra bangun jam 7, mama susuin dan siap mandi. Papa bangun berikutnya, langsung mandi juga. Beres mandi semua, kami langsung breakfast di resto hotel di lantai 2. Yummyy.. karena semaleman ga sempat makan malam akibat kejebak macet, pagi itu kami makan dengan bar bar, termasuk Ayrra. Wekekekek...
Selesai sarapan, kami naik lagi ke kamar di lantai 7, bobo lagi. Wehehehe.. Soalnya mau siap2 check out jam 12 dan langsung balik Jakarta. Ya.. menilik dan menimbang bahwa kemacetan sebegitu parahnya, maka kami memutuskan akan pulang lebih awal. Yang tadinya akan pulang ke Jekardah hari minggu pagi, akhirnya dimajukan hari Sabtu siang. Setelah bobo-bobo sebentar sampe jam 12, kami check out dan bergegas menuju sentra oleh-oleh di Semarang, yaitu Bandeng Juwana di Jl Pandanaran.
Omigot, disana penuhnya ternyata melebihi pasar. Antriannya ga ku ku deh.. Kami membeli 10 kg Bandeng Presto, and guess what? Butuh 2 jam ajah loh buat beli Bandeng ituhh.. Wewww.. Kelar dari Bandeng, kami pamit sebentar ke rumah Eyang Semarang, dan langsung cabcus ke Jakarta tepat pukul 3 sore.
Bye bye Semarang... Bye bye liburan yang penuh sesak tak dapat dinikmati..

Belum selesai disini aja cerita kemacetan nya, karena kami butuh waktu 24 jam untuk sampai Jekardah.. Yaaa.. 24 jam! Catet!
Perjalanan terlama untuk mudik sepanjang hidup mama..
Kami tiba di Jekardah dan di rumah tercintah hari Minggu, 4 September 2011 pukul 3 sore. Alhamdulillah, walaupun lelah yang amat sangat, kami masih diberi keselamatan selama liburan lebaran kali ini.
Mudah2an kami masih diberi umur panjang untuk bisa menemui Ramadhan dan Idul Fitri tahun depan. Amiiin..

Sekian cerita mama untuk liburan lebaran kali ini. Yang isi nya cuma macet macet dan macet.. Hihihi.. :D

Senin, 20 Juni 2011

Bandung, 2 - 4 June 2011 (Part 1)

Liburan kejepit awal Juni ini ternyata membuat pemerintah menjadikannya sebagai Cuti Bersama. Awalnya, mama dan papa ga ada rencana apapun untuk liburan ini. Pinginnya cuma istirahat dirumah, plus beres2 barang di rumah, gudang, dapur, de el el.

Dari obrolan iseng di pagi hari pas berangkat kantor hari Rabu pagi tanggal 1 Juni, mama iseng aja bilang ke papa, "Pa, liburan mau kemana? Bandung? Is it ok? Ato di rumah aja lah ya, males juga pasti jalanan Bandung macet dimana-mana." Ga disangka papa langsung "iya-in" mama. Ya udah yuk ma, kita escape aja ke Bandung bertiga Ayrra. Coba deh mama cari hotel di daerah Lembang atau Setiabudi, cari yang rate-nya reasonable. Hummm.. ditantangin gitu, mama jadi bingung juga. Itu hari Rabu, which is cuma sehari untuk booking hotel, apa masih ada room yang available dengan mepetnya waktu begitu? Tapi mama iya-in aja dulu, sambil mama browsing2 sampai di kantor untuk cari hotel.

Sampai di kantor, mama bertanya ke rekan kerja mama di cubicle sebelah yang baru aja liburan ke Bandung juga minggu lalunya. Dia menyarankan untuk ke Gumilang Regency Hotel di daerah Setiabudi, Lembang, dekat Terminal Ledeng. Ok lah, mama telp hotel itu, booking untuk 2 malam, deal dengan rate 799.000/night. Ga berapa lama, adik mama telp, menyarankan untuk mencoba menginap di hotel baru di daerah lembang juga : Green Hill Universal Hotel, dimana saat pembangunan hotel itu, Philips (which is ex-kantor adik mama) yang handle lightingnya, dan kata adik mama, "keren banget mbak hotelnya. Coba deh buka web nya dulu.." Okelah, mama tanya mbah google, dan mama buka web nya, di link ini. Wow, such a great hotel to stay. Tapi, rate nya ga affordable kayanya. Hahaha.. Mama coba telp, untuk standard room yang rate-nya 1.2 juta/night ternyata udah booked semua.Tinggal yang rate nya 8 juta/night.. Hihi.. Trimikisi deh.. Masih sayang buang uang segitu buat nginep semalem aja..

Lanjut, akhirnya deal lah mama dengan papa untuk menginap di Gumilang Regency aja. Dengan ekspektasi, mudah2an lumayan buat melepas lelah aja setelah muter-muter Bandung seharian. Amin.

Pagi tanggal 2 Juni, mama ambruk.. Ya.. ambruk.. alias sakit : pusing, batuk, radang tenggorok, pilek. Mama udah pingin minta papa untuk batalin liburan aja. Tapiii, melihat antusias nya papa yang pingin liburan, plus, kami juga belum pernah liburan sendiri aja bertiga (selama ini selalu bareng keluarga besar), ya udah, mama tahan sakit mama, mama minum obat, dan siap2 bebenah untuk masukin baju ke koper, makanan Ayrra, de el el. Baru selesai beberes sekitar jam 12 siang, dan kami baru siap berangkat dari rumah jam 1 siang. Hihihi..

Perjalanan ke Bandung ternyata lancar jaya, alhamdulillah. Sempat mampir dulu di rest area KM 56 untuk makan siang di Solaria (standar lah ya.. cuma nyari cap cay nya buat suapin Ayrra) dan disini pula kami ketemuan sebentar sama Eyang dan Tantenya Ayrra (adik-adik mama) yang mau liburan dadakan juga ke Semarang. Selesai makan, langsung capcus ke tujuan masing-masing. Bandung dan Semarang.

Tiba di Bandung masih sore, sekitar jam 4 sore, langsung lah kami check in di Gumilang Regency. Pilih-pilih kamar, kok Papa lebih prefer kamar di lantai 1 karena bisa parkir mobil langsung di depan kamar. Lebih safe sepertinya. Yo wislah, kami ambil kamar di lantai 1, walaupun view nya ga menghadap swimming pool langsung. Pas sampai kamar, unpacking barang-barang dari mobil, mama baru ngeh, ternyata kamarnya ga ada kulkasnya. Jeng..jenggg,... Padahal mama perlu banget kulkas untuk simpan ASIP mama. Yo wis lah, mau ga mau mondar-mandir kamar - pantry buat nitipin ASIP. Untung ada papa baik hati dan suka menolong yang rela mondar-mandir bantuin mama.. *kecuppapa*

Hari pertama di Bandung, karena sudah sore menjelang malam, lebih banyak kami habiskan di hotel. Ternyata hotelnya juga child friendly banget. Ada playground nya, ada toddler playarea juga. Jadilah mama main-main sama Ayrra di play area untuk toddler, sambil suapin Ayrra. Sementara papa sibuk mainin DSLR-nya untuk cekrak cekrek foto-fotoin dua makhluk manis ini :)

Selesai suapin Ayrra, ternyata udah pukul 7 malam. Hmmm.. No wonder mama papa udah krucuk-krucuk perutnya minta diisi. Keluarlah kami dari hotel ke arah Jl. Setiabudi. Ga ada tujaun sebenernya mau makan apa. Awalnya pingin ke Yens baby shop yang ada di Setiabudi itu. Ehhh, ternyata sebelahnya ada Suis Butcher. Yo wislah, kami makan steak aja di Suis Butcher. Standar dan so so lah ya buat rasanya. Tapi lumayan worth buat harga yang murmer. Ayrra gimana? Ayrra sukses tidur setelah makan. Jadilah mama gendong Ayrra selama mama makan. Oh ya satu lagi, kurang suka dengan suasana resto nya yang bebas rokok sekali. Even di dalam ruangan. Ga bagus buat yang bawa baby.

Selesai makan, ternyata udah jam 9 malam. Hihihi.. Ga nyangka mama papa ternyata lama ngobrolnya sambil makan. Sok jadi anak muda yg pacaran, padahal ada toddler yg lagi asik bobo di pangkuan. Karena sudah malam, dan Yens juga sudah tutup (hiks..) ya terpaksa kami pulang, sambil masih terkesima dengan Bandung yang sangat lengang, tanpa macet..

So, Day One closed! Sampai hotel, tidur, siap2 untuk Day Two keesokan harinya :)

Senin, 20 September 2010

Ayrra ke Taman Safari Indonesia

Lebaran ini kami ga mudik karena Ayrra masih 4 bulan, dan kami masih merasa cukup repot untuk membawa Ayrra pulang ke Semarang. Nah, jadinya, kami membawa Ayrra jalan-jalan ke Taman Safari Indonesia di Cisarua, Puncak. Aku sudah kasih tau si mas kalo jalan akan sangat macet berhubung masih lebaran hari ke-2. Tapi mas bilang, daripada liburan ga jalan kemana2, mending sekalian jalan. Toh, euforia macetnya akan jadi kenangan karena berhubungan dengan lebaran.
Yo wis, akhirnya kami berangkatlah ke Taman Safari hari Minggu tanggal 12 September lalu. Berangkat dari rumah di Depok jam 8 pagi dengan bawaan segambreng. Maklum lah, kalo pergi bawa bayi pasti bawaannya buanyak tak terkira. Baju gantinya, diapers, termos untuk panasin ASIP, cooler bag, dan bla bla bla lainnya.
Sampai di tol Jagorawi, jalan sudah tersendat sangat parah. Hingga pukul 10 belum menunjukkan kalau bisa dilalui jalanan Puncak itu. Ketika kami memutuskan untuk balik arah saja (artinya pulang lagi, ga jadi ke TSI), eh ternyata jalan Puncak dibuat satu arah ke arah Ciawi. Dan taraaa... lancarlah jalan hingga ke TSI. Kami akhirnya bisa sampai di TSI pukul 11.30 wib.

Tapi apa yang terjadi dengan Ayrra? wewww.. Ayrra sungguh rewel tak terkira. Nangis kejer, ga bisa didiemin. Aku bener2 kewalahan. Mungkin karena jalanan macet dan posisi kendaraan tidak bisa jalan, jadinya dia bosan. Yah, agak sia-sia sedikit sih perjalanan kami ini, karena Ayrra tidak bisa menikmatinya. Mungkin lain waktu ketika Ayrra sudah lebih besar lagi, kami akan mengajak Ayrra pergi lagi.

Ini sedikit foto-foto dari TSI ketika Ayrra agak anteng :


Selasa, 05 Januari 2010

New Year Holiday : 1-3 Jan 2010

HAPPY NEW YEAR 2010 EVERYONE!!!!

Alhamdulillah, tahun baru.. yang pasti semangat baru dong ya..
Alhamdulillah juga, tahun baru ini bisa diawali dengan berkumpulnya keluarga kami, LENGKAP!
Keluarga papa mamaku dan keluarga papa mama mas Rendy.
Jadi ceritanya, mas Rendha, kakak iparku, dapet penginapan di Wisma BI Jl Setiabudi Bandung utk tanggal 1-3 Jan 2010.. Ga disia2 kan dong, kesempatan utk bisa tahun baruan di Bandung. Walopun kita sudah antisipasi, pasti macetnya ampuuuunn..

Nah, berhubung kalo liburan sendiri aja kayanya ga seru, so, diajaklah keluarga papa mamaku n adek2ku lengkap.
Jadilah kita berangkat ke Bandung tgl 1 Jan pagi, jumat pagi, soalnya ngejar sholat jumat di Bandung.

Day 1 : 1 Jan 2010
Sampai di Wisma BI pas bgt jam 12 siang, so, yang cowo2 sholat jumat, dan kita yang cewe2 nunggu kamar. Selesai sholat jumat, kita makan siang di Sederhana Bandung Jl Setiabudi, ga jauh dari Wisma BI. Pulang dari makan siang, kita lanjut hang out ke Paris Van Java.. ga beli apa2, cuma nongkrong di J.Co aja, coz hujan deras bgt mengguyur kota Bandung, pluuusss.. macetnya ampun, jadi males kemana2..

Pulang dari PVJ udah jam 7 malam, saat nya makan malam di Wisma..
PVJ ke Wisma BI makan waktu 1 jam-an, so, setelah makan malam, kita semua ngobrol2, lanjut tidur deh.. coz dah cape perjalanan seharian..

Day 2 : 2 Jan 2010
Pagi2 kita dah bersiap ke Ciater, buat rendam air panas..
Sayang nya, kita dah kesiangan sampai disana, jadi udah penuh.. Tapi ga masalah sih, soalnya kita udah tau tempat fave kita di Ciater, kolam rendam yg agak jarang dipenuhi pengunjung, jadi nya bisa lebih leluasa berendam. Mama mertua ku senang bgt bisa kungkum (rendam-red) disana.. klo keluarga ku sih udah sering ke Ciater ya,, jadi sebatas jadi guide aja kayanya.. hehe..

Yang lucu, di Ciater ada bagian yg disebut Curug Jodoh. Konon, yang berendam atau membasuhkan mukanya di Curug itu, bisa mudah diberi jodoh. Mas Rendha dan Puput (adeku) langsung buru2 kesana.. hahaha.. Moga kalian cepet dapat jodoh ya.. ehhh.. lucunya lagi, suamiku ikutan berendam disana.. duhhh mas... jangan malu2in aku dong...

Selesai berendam di Ciater jam 10 pagi, kita berencana ke Tangkuban Perahu, coz jaraknya emang deket bgt dari Ciater.. Apa daya, antrian menuju kesana udah sedemikian panjangnya, bahkan sampai sebelum pintu masuk. Akhirnya kunjungan kesana dibatalkan, dan kita langsung cau buat makan siang di Kampung Daun.. yummy..

Sampai Kampung Daun jam 12 kurang, alhamdulillah masih dapat tempat tanpa harus antri dulu.. Mama mertuaku seneng banget disana, belum pernah kesana soalnya.. Sedangkan kami, lagi2 udah berkali2 kesana, jadi biasa aja..

Oh iya, ini sekilas foto2 dari Day 2 in Bandung :




Pulang dari Kampung Daun, kami berpisah. Keluarga ku akan bertolak ke Jakarta lagi, sedangkan kami masih menginap di Bandung 1 malam lagi. Ok, liburan bersama sudah berakhir.. mudah2an bisa bareng2 lagi lain waktu ya..

Mobil kami mampir di Rumah Mode untuk belanja sejenak, sedangkan papa mamaku sudah bertolak ke Jakarta. Bandung lagi2 diguyur hujan deras. Jadi kami menunggu hujan di Rumah Mode Setiabudi sambil belanja.
Selesai belanja jam 7 malam, kami pulang untuk makan malam dan istirahat.

Day 3 : 3 Jan 2010
Yup, hari kepulangan kita ke Jakarta..
tapi, kita mampir dulu ke Jl Riau, lagi2 buat belanja..
Shopping time part 2..
Jam 3, akhirnya kami keluar kota Bandung.. Perjalanan liburan akhirnya berakhir, menyisakan kenangan dan kelelahan.. terutama bagi bumil ini.. hehe..

Alhamdulillah.. semua senang.. semua nyaman..

Mrs. Rendy @ office 05.Jan.10 15.41 wib