Tampilkan postingan dengan label ASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Februari 2011

Cerita mama dinas 3 hari

Yap.. Ini memang bukan pertama kali mama dinas keluar kota meninggalkan Ayrra. Sebelumnya waktu Ayrra masih 2.5 bulan, mama juga pernah dinas tapi cuma 2 hari 1 malam ke Palembang. Dan saat itu, mama belum banyak pengetahuan tentang membawa ASIP ketika dinas luar kota. Jadinya, setiap mama memompa ASI di hotel, pasti mama buang karena ga ada persiapan membawa cooler bag, botol ASIP dll. Naaahh.. Sekarang, berhubung mama ga mau terjadi hal bodoh seperti dulu lagi, maka mama sudah mempersiapkan segala sesuatunya jauh2 hari sebelun dinas (cuma seminggu deng.. Hehehe..)

Mama harus dinas ke Surabaya untuk mengikuti workshop konvergensi IFRS (yang majornya akuntansi pasti tauuu..) selama 3 hari 2 malam. Nah, berhubung sehari mama bisa memproduksi ASI sebanyak 1 liter kurang lebih, jadi mama paling tidah harus membawa 30 botol. Whattt?? 3 hari 30 botol? Dan botol2 mama kan botol kaca? Atau beli plastik ASIP? Plastik ASIP sudah menjadi pertimbangan mama. Namun tiba2, teman mama ada yang memberi tau pengalamannya memakai plastik ASIP bahwa Baby nya tidak mau meminum ASIP nya. Karena berasa plastik. Mama ga tau apa maksudnya berasa plastik. Tapi yaa mama menghindari kemungkinan itu aja. Akhirnya mama putuskan untuk bawa saja botol kaca ASIP yang mama beli di avellino shop sebanyak 20 botol, ditambah dengan botol Medela yang 150 ml sebanyak 5 botol. Yupp.. Beserta cooler bag yang segede gaban itu yang mama beli di Ace Hardware. Dan ga lupa dong blue ice nya, yang juga mama beli di Ace hardware. Mama beli 2 blue ice untuk prepare kalau di jalan harus kena macet berjam-jam. Dan memang terjadi.. (-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)
Seperti ini nih penampakan bawaan mama untuk berangkat :



Berangkatlah mama hari senin pagi jam 4 pagi setelah mama pompa pagi jam 3. Flight jam 6, jadi mama harus berangkat pagi. Tiba di surabaya, mama langsung mengikuti workshop dan ga lupa untuk mematuhi jadwal pompa setiap max 5 jam. Walaupun ada juga yang 6 jam baru pompa sih, dan itu sudah sampai menetes2 ASI mama. Dan sampai merembes ke baju, karena mama lupa bawa breast pad.

Perjuangan mama selanjutnya adalah meminjam chiller di dapur restaurant hotel. Untungnya hotel Novotel lumayan baik pelayanannya. Dan cukup ASI friendly menurut mama. Tiap hari mama menitipkan ASI dari subuh hingga jadwal pompa terakhir jam 11 malam. Dan mereka dengan ramah mau membantu mama menaruh ASI mama pada kotak ASI yang mama sudah beri label di chiller. Hal ini agar ASI mama tidak tercampur dengan ASI ibu2 lainnya, yang kebetulah bersama mama ada 3 orang ibu yang menitipkan ASI nya.

Alhamdulillah, perjuangan mama memompa selama 3 hari membuahkan hasil 21 botol ASIP @ 120 ml. Cukup bahagia mama, karena pada saat bersamaan mama sedang haid, namun ternyata tidak mempengaruhi proiduksi ASI mama. Alhamdulillah.


Dalam perjalanan pulang, mama berdoa semoga ASIP mama kuat bertahan. Dan alhamdulillah, semua lancar. Bahkan saat di bandara pun mama mendapaty bantuan banyak dari para petugas di bandara yang encourage kita sebagai ibu menyusui.

Ini hasil perah mama selama 3 hari :

Alhamdulillah.. Semoga ASI mama terus mangalir dan berproduksi untuk Ayrra, demi kesehatan Ayrra tersayang.. Mmuah..
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Jumat, 26 November 2010

Membuang 30 botol ASIP :(

Yaa,, sesuai judul, mama harus membuang 30 botol ASIP @ 100 ml hari minggu lalu.

Kenapa dibuang ASIP tersebut?
Ga lain dan ga bukan karena kesalahan mama dalam manajemen ASIP. Selama ini, ASIP yang mama simpan di freezer ga mama rolling. Hal ini karena mama masih merasa hasil pumping mama hari ini buat Ayrra, masih cukup dan berlebih untuk minum esok harinya. Jadi Ayrra selalu minum ASIP yang baru dipumping mama. Dan mama merasa, kok kasian ya Ayrra dikasih ASIP dari freezer yang udah agak lama tanggalnya. Jadinya, mama selalu beri Ayrra ASIP yang ga pernah masuk freezer..

Yaaaa yaa yaaa.. Salahkan mama yang sotoy begini.. Dan salah dalam manajemen ASIP. Tapi sekarang mama sudah banyak belajar, dan menerapkan manajemen ASIP yang lebih baik lagi. Setiap hari alhamdulillah mama bisa stock ke freezer 2 botol, dan hanya menurunkan 1 botol dari freezer untuk rolling tanggal ASIP. ASIP yang diturunkan dari freezer itu biasanya mama gukanan untuk campuran puree sekarang, berhubung Ayrra sudah makan.

Semoga ini jadi pembelajaran buat mama, untuk menerapkan manajemen ASIP yang baik. Anw, ASIP yang mama buang itu tertanggal bulan Juli-Agustus. Jadi sudah lebih dari 2 bulan di freezer.

Pas buangnya, dduuuuuhhh.. Sedih hati mama. Mengingat masih banyak para ibu di luar yang berjuang demi memberikan tetes demi tetes ASI bagi bayinya, lha ini mama malah buang ASIP sebanyak itu. Mama berjanji ga akan mengulanginya lagi, dan harus bisa menjalankan manajemen ASIP yang benar. ‎​​آمِيـنَ.

Anw, Ini foto2 ASIP yang (terpaksa) mama buang :



Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Selasa, 23 November 2010

Ayrra's S1 ASIX

Alhamdulillahirabbil 'alamin..

Anak Mama tepat pada tanggal 14 November lalu telah resmi menjadi Sarjana ASIX, yang artinya mama sudah menunaikan kewajiban mama selama minimal 6 bulan untuk memberikan ASI bagi Ayrra.. Alhamdulillah..

Mama tau, perjuangan mama masih sangat panjang. Karena mama bertekad akan memberi ASI untuk Ayrra hingga Ayrra berusia 2 tahun. Amin. Insya Allah, dimana ada tekad, disitu ada jalan. Walaupun cerita perjuangan memberikan ASIX bagi Ayrra yang penuh liku.

Awal Ayrra lahir, mama ga bisa melakukan IMD karena ruang operasi yang di setting sangat dingin sehingga jika dipaksakan dilakukan IMD maka Ayrra bisa hypothermi alias kedinginan bahasa awamnya. Jadi, mama baru melakukan skin to skin contact setelah 6 jam dari operasi SC. Yang membuat mama bangga, Ayrra bayi yang pintar. Begitu ditaruh di dada mama, Ayrra langsung bisa mencari nipple mama tanpa menunggu lama. Dan saat itu juga Ayrra langsung bisa menyedot nipple mama untuk merangsang keluarnya Kolostrum yang sangat berharga itu. Alhamdulillah.. Pintarnya Ayrra...

Tapi, sedihnya lagi, mama masih dibawah pengaruh anestesi yang sangat kuat, dimana badan mama ga sanggup untuk menahan pusing dan mual. Jadilah skin to skin contact itu hanya bisa berlangsung selama 5 menit. Karena mama mengalami mual dan pusing hebat, sehingga Ayrra langsung dilarikan kembali ke ruang bayi. Selama satu malam mama diobservasi oleh berbagai dokter karena keadaan mama yang semakin drop tensinya (hingga mencapai 80/60). Semalaman itu pula mama sedih karena ga bisa langsung memberikan ASI buat Ayrra. Suster bolak balik ke kamar ruang perawatan mama, untuk menanyakan apakah sudah siap menyusui karena baby nya menangis terus. Bodohnya mama, mama kira Ayrra menangis karena kelaparan, maka mama setujui saja untuk diberikan susu formula S*6 G*ld sebanyak satu sendok teh. Pengetahuan mama mengenai per-ASI-an memang masih kurang banyak saat itu. Mama kira, bayi akan langsung lapar setelah dilahirkan. Ternyata, sebenarnya bayi masih menyimpan cadangan makanan yang kuat selama 3 hari setelah dilahirkan. Namun, apa boleh buat, Ayrra telah sempat mencicipi sufor sebanyak satu sendok teh itu.

Hari kedua, kondisi mama sudah membaik. Mual dan pusing sudah sangat berkurang, dan tensi mama sudah normal 110/70. Mama sudah bisa mulai duduk paginya. ASI mama juga sudah keluar banyak. Alhamdulillah. Ayrra pun sudah bisa rooming-in di kamar karena mama sudah bisa mengurus Ayrra. Dari kelas massage payudara yang mama ikuti selama di RS, alhamdulillah mama belajar banyak. Tentang posisi latch on yang tepat, perawatan payudara, dll. Alhamdulillah, Ayrra juga merupakan bayi yang pintar, karena selalu pintar mencapai posisi latch on yang tepat tanpa harus diarahkan. Sehingga mama tidak pernah mengalami nipple yang luka akibat bayi latch on. Saat-saat ini merupakan saat yang terindah bagi mama, karena diberi kesempatan untuk bisa menyusui adalah anugrah yang tak terkira dari Allah buat mama. Alhamdulillah..

Yang disyukuri lagi adalah ASI mama alhamdulillah berlimpah. Hingga sering tercecer dan rembes di pakaian mama walaupun sudah memakai breast pad. Bukannya mama malas memompa dan menampungnya, tapi merembesnya itu bener2 saat mama biasanya lagi tidur malam. Padahal mama sudah rutim pumping sebelum tidur jam 11 malam, dan bangun jam 4 pagi untuk pumping. Tapi merembesnya itu masih tetap ada terus sampai sekarang Ayrra sudah 6 bulan lebih. Alhamdulillah, rejeki dan kemudahan dari Allah.

Semua proses menyusui Ayrra mama sebut indah, hingga mama harus merelakan Ayrra menjadi ASIX yang melalui "e-ping". Ya, e-ping, istilah untuk "exclusive pumping". Karena Ayrra akhirnya harus mengalami nipple confuse (bingung puting). Hal ini terjadi setelah 3 minggu mama mulai kembali bekerja. Ayrra memang praktis siang hari minum melalui dot. Padahal mama sudah membelikan botol Tommee Tippee yang menyerupai bentuk nipple ibu, namun nampaknya Ayrra masih mengalami bingung puting ini. Tiap mama pulang kerja, Ayrra juga selalu mama susui langsung. Namun tiba-tiba pada minggu ketiga, Ayrra ngambek, nangis meraung-raung setiap mau disusui. Namun ketika diberikan ASIP melalui dot, Ayrra anteng. Mama sedih saat itu. Segala upaya sudah mama lakukan, termasuk tetap memaksa Ayrra untuk menyusu langsung pada mama. Namun akhirnya mama harus tetap berpikir rasional. Mama memang mau yang terbaik untuk Ayrra dan tidak rela jika bonding yang kuat saat ibu-anak menyusui, hilang begitu saja. Akan tetapi, apakah mama merelakan Ayrra untuk kelaparan? TIDAK tentunya. Jadi, setelah segala upaya mama untuk kembali membuat Ayrra menyusu langsung pada payudara gagal, mama harus merelakan Ayrra untuk minum ASIP melalui media botol dan dot. Sedih memang, sangat sedih. Tetapi mama menyikapinya dengan berpikir, bahwa lebih baik Ayrra tetap minum ASI mama walaupun melalui media dot, daripada Ayrra harus minum sufor lagi seperti saat Ayrra awal lahir.

Jadi, mulai usia 3 bulan, Ayrra ASIX melalui e-ping. Hingga saat ini, mama masih terus e-ping untuk menjaga kecukupan ASI Ayrra. Repot memang, karena setiap kali bepergian, bawaan mama sangat banyak. Mulai dari cooler box penyimpan ASIP, termos untuk menghangatkan ASIP, botol-botol dan dot yang sudah disteril, dll. Belum lagi sikat botol, sabun cuci, dan pompa ASI yang selalu mama tenteng kemanapun mama pergi. Tapi semua itu tidak menghalangi usaha mama untuk terus memberikan yang terbaik dan menjadi hak dasar Ayrra, yaitu ASI untuk Ayrra.

Perjuangan memang masih panjang. Waktu 1.5 tahun lagi juga merupakan jalan panjang yang harus dilalui mama dan Ayrra. Namun mama optimis, dengan dukungan papa yang setiap saat memberi semangat mama, mama pasti bisa. Insya Allah. Demi S3 ASIX untuk Ayrra tersayang. Amin..

Senin, 22 November 2010

Ulang Bulan Ayrra ke-6

Selamat Ulang Bulan ke - 6 Ayrra cantik...

*Sudah terlambat sih .. harusnya mama buat posting-nya tanggal 14 Nov lalu ya..
Tapi gapapa, better late than never (*pembenaran..hehe)

Oke deh, apalagi ya yang mau diceritain di Ul-Bul Ayrra yang ke-6 ini?? Hmmm...
Yang pasti, udah usia 6 bulan, berarti saatnya Ayrra MPASI.. Yeayyy.. Anak mama ini dah siap makan lhooo...

Yuk di update lagi perkembangan Ayrra di bulan ke-6 :

1. Perkembangan Motorik
Soal guling-gulingan? Jangan ditanya.. Tempat tidur Ayrra di kamarnya, maupun box Ayrra di depan ruang TV, sudah jadi sasaran grasak grusuk nya Ayrra. Semuanya diberantakin. Boneka-boneka yang disusun rapi disetiap sudut tempat tidur dan box-nya, sudah berceceran entah dimana2. Perlaknya? Dibuang dan ditendang2 sampai jatuh! Guling dan bantal? Ga beraturan! Pokoknya udah kaya kapal pecah deh tempat tidur nya Ayrra. Huahahaha.. Lucu kalo melihat awalnya Ayrra tidur di sebelah mama, ehh.. ternyata pas bangun2, mama udah melihat Ayrra di ujung tempat tidur dengan kepala di kaki mama.. Hahaha.. Bahaya banget nih anak mama kalo ga diawasi.

Ayrra juga sudah mulai suka duduk. Ga suka berbaring lama2. Pinginnya didudukkan, dipegang tangannya trus Ayrra akan bangun sendiri badannya.. Wah, pintar ya anak mama.. Apalagi kalo nonton Baby TV atau C-Babies dan duduk di atas Blossom Farm-nya. Paling suka tuh Ayrra..

2. Ga suka digendong menghadap belakang
Ini porsi papa nih kalo soal gendong menggendong. Soalnya mama sudah mulai ga kuat kalo gendong Ayrra terlalu lama. Bisa tiba2 tangan mama kesemutan. Hehehe.. Ayrra sukanya digendong menghadap depan, jadi Ayrra bisa melihat pemandangan sekeliling. Dan sudah pasti, Ayrra akan teriak2 heboh, ngoceh2 heboh. Apalagi kalau melihat mobil dan motor lewat di depan rumah. Uuuuhh.. ramenya ocehan anak Mama..

3. Mulai MPASI!!!
Nah, ini yang paling penting dari usia 6 bulannya Ayrra. Ayrra starts MPASI!
Apa makanan pertamanya? Mama buatkan Puree Alpukat untuk MPASI pertamanya. Untuk MPASi ini, mama akan cerita di postingan tersendiri ya..

4. S-1 ASIX
Alhamdulillah, Ayrra juga berhasil minum ASI mama selama 6 bulan. Walaupun pernah kecolongan minum sufor 1 sendok saat mama masih dibawah pengaruh obat bius setelah operasi Caesar. Tapi alhamdulillah sampai sekarang Ayrra masih full ASI. Dan Insya Allah mama bertekad akan menyusui Ayrra hingga 2 tahun. Amin.
Tentang S-1 ASIX ini juga akan mama ceritakan di postingan tersendiri.

Apalagi yang bisa mama update? Hmmm.. Lagi2 mama suka lupa apa yang mau ditulis. Yang pasti, doa mama dan papa selalu kami panjatkan ke Allah, untuk Ayrra tersayang mama papa.. Semoga anak mama menjadi anak yang sehat, cerdas, berbakti pada mama dan papa, dan bisa menjadi kebanggaan mama dan papa. Amin.. Sehat dan ceria terus ya Nak.. Mama Papa sayang Ayrra...

Senin, 08 November 2010

Suami T.O.P.

Kali ini pingin cerita soal Papa...
Ya, memang jarang banget ya mama cerita soal Papa...
Sebenernya Papa sosok yang seperti apa sih??

Hihihi.. kalo secara penampilan, ga perlu lah ya direview... Papa ndut ini memang doyan sekali makan. Cuma ada 2 kategori makanan buat Papa : ENAK dan ENAK SEKALI. Jadi jangan tanya, kenapa Papa doyan makan.. hihii..

Tapiii... bukan itu yang mau mama bahas kali ini..
Mama bener2 terhenyak dengan ucapan Papa kemarin mengenai motivasi Mama yang sempat turun untuk memberikan ASI buat Ayrra. Ini sekedar cuplikan pembicaraan papa dan mama di mobil saat perjalanan pulang dari Bandung.

Mama : Pa, awal tahun ini mama mau dinas ke luar kota lho. Paling ga sekitar 3 hari. Untung Ayrra udah 6 bulan lebih ya pa.. Jadi bisa dikasih tambahan sufor klo mama lagi pergi ke luar kota. Soalnya kan kalo ASIP, kayanya ga cukup tuh Pa..

Papa : Lho, mama kan dari awal udah niat mau kasih Ayrra ASI sampai 2 tahun.. Kok sekarang malah termakan rayuan sufor? Kalo sudah niat, Insya Allah bisa. Di freezer kan masih ada banyak botol ASIP yg belum mama minumkan ke Ayrra. Kenapa ga dikasih dulu itu? Trus di rolling manajemen ASIP nya. Dan tiap hari mama stock paling ga 2 botol ke freezer. Pasti bisa kok Ma.. Apalagi produksi ASI mama tiap hari masih surplus terus..

Mama : *.............* (diam, ga mampu berkata2.. cuma bisa terharu)

Alhamdulillah Ya Allah, Engkau kirimkan pada mama, suami TOP seperti papa.. Yang bisa berjuang bersama2 untuk memberi yang terbaik untuk Ayrra tersayang..

Kamis, 05 Agustus 2010

Must have items versi Mama Ayrra


Yup, kali ini mau sharing benda-benda pentingnya Mama Ayrra selama 3 bulan usia Ayrra. So, here's the review :

1. Breastpump Medela Harmony
Ini benda berharga numero uno menurutku. Aku beli breastpump ini saat Ayrra masih di kandunganku. Kalo ga salah waktu 8 bulan kehamilanku. Kenapa aku pilih Medela Harmony? Ga lain dan ga bukan karena banyak review positif tentang breastpump ini yang memiliki keunggulan two-phase expression pumping. Trus, kenapa aku ga pilih Medela mini elektrik or swing? Lagi2 masalah tempat pumping ku di kantor yang sulit mencari stop kontak. Jadi, selama di kantor aku harus memompa di toilet. Sangat tidak higienis memang. Tapi apa daya, karena tidak ada tempat lain yang memadai.
Oh ya, Medela Harmony ini sudah aku gunakan sejak usia Ayrra 1 minggu lho. Karena alhamdulillah ASI ku berlimpah, sedangkan Ayrra belum minum terlalu banyak di awal2 kelahirannya, jadinya aku sudah mulai memompa untuk diminumkan langsung. Tapi, memompa untuk disimpan menjadi ASIP baru dilakukan ketika Ayrra kira2 berusia 1 bulan. Dan hingga sekarang, Medela Harmony ini dengan setia selalu menemaniku kemanapun aku pergi. Karena dimanapun aku selalu sempatkan pumping untuk tetap menjaga kuantitas ASI kebutuhan Ayrra.


2. Cooler bag Medela n Tas Cantiknya ^.^
Nahhh... ini perlengkapan tempurnya mama Ayrra setiap berangkat ke kantor. Aku beli di ITC Kuningan, tepat seminggu sebelum aku mulai kembali ke kantor. Awalnya sempat bingung pilih Tommee Tippee ato Medela. Tapi berhubung perangkatnya Ayrra kebanyakan udah Medela, jadi mendingan lanjut beli Medela aja. Penampakan cooler bag ini stylish menurut ku. Apalagi dilengkapi dengan tas hitamnya yang cantik. Blue ice nya juga kokoh menurutku. Semoga aja bisa kuat dan tahan lama. Soalnya aku Insya Allah bertekad untuk bisa selama mungkin memberikan ASI ku untuk Ayrra. Amin. Oh ya, paket cooler bag ini dilengkapi juga dengan 4 botol Medela 150 ml.


3. Botol susu Medela dan Dot Pigeon Peristaltic Nipple
Kalo botol susu Medela memang aku beli untuk melatih Ayrra minum ASIP mulai 1.5 bulan usia Ayrra. Aku beli pertama yang paket isi 3 botol. Untuk Dot-nya, aku pilih Pigeon Peristaltic Nipple karena rekomendasi salah satu mom temenku juga. Sejauh ini, Ayrra cocok pake Pigeon Peristaltic. Aku juga sudah mencoba botol TomTip yang katanya Closer to Nature itu lho. Aku udah langsung beli 2 botol, ehhh, ternyata our lil Ayrra ga mau minum dari botol TomTip. Ya sudahlah, ternyata Ayrra masih setia dengan botol Medela dan dot Pigeon-nya. Sampai saat ini, aku menyetok 8 botol Medela untuk keperluan ASIP Ayrra tiap harinya.




4. Panasonic Dish Dryer
Ini adalah alat yang super penting menurutku. Kenapa? Karena setelah semua perlengkapan menyusui Ayrra sudah dicuci, tahap selanjutnya tentu saja mengeringkannya. Trus, gimana mengeringkannya biar steril? Kalo pakai sterilizer biasa, masih suka berbekas uapnya di botol-botol susu Ayrra. Jadinya, masih harus dikeringkan lagi deh. Nah, jadinya ga steril lagi deh kalo ternyata lap atau tissue buat mengeringkannya ga bersih. Jadinya, 2 buah sterilizer yang kami punya aku pensiunkan. Dan sebagai gantinya .. taraaaaaa... inilah Panasonic Dish Dryer yang teronggok dengan ukurannya yang buesar itu di meja dekat kamar Ayrra. Walaupun kemampuannya hanya bisa men-sterilize dengan suhu 70 degree Celcius, tapi menurut referensi, suhu segitu sudah cukup untuk men-sterilkan. Dan yang penting, semua peralatan bisa masuk karena kapasitasnya yang besar plus langsung kering. Mak nyosss memang Panasonic Dish Dryer ini.



5. Bottle warmer Tommee Tippe
Ini peralatan pendukung program ASIX mama buat Ayrra. Yang sering menggunakannya? Tentu saja si oma dan opa Ayrra yang dititipin mama buat jaga Ayrra. hehe. Awalnya aku dapet bottle warmer IQ baby hadiah dari temanku. Setelah dipake kurang dari 1 bulan, ehhh, alatnya rusak. Lampu indikatornya ga nyala, dan ga panas lagi. Jadilah di Mothers and Baby Fair akhir Juli lalu di Balai Kartini, kami beli bottle warmer TomTip. Lebih cepat memanaskan dan bisa diatur tingkat panasnya.


6. Baby Box Pliko Masterpiece
Kalo 5 items di atas adalah perlengkapan menyusuinya Ayrra, sekarang beralih ke box nya Ayrra. Box ini udah pernah aku review sebelum nya tentang pembeliannya. Nah, ternyata kami ga jadi menempatkan box ini di kamar Ayrra karena terlalu sempit. Akhirnya, berjejerlah si Pliko ini di sebelah buffet TV kami di ruang keluarga. Ternyata oh ternyata, malah berguna banget ditempatkan di ruang keluarga. Soalnya bisa ninggalin Ayrra dengan tenang sembari ngerjain hal lain di rumah. Lagipula, box ini juga bisa digoyang (diayun). Jadi kalo Ayrra udah ngantuk banget, tinggal diayun di box, dan langsung terlelap.



7. Stroller Esprit Explorer Solid Black
Ini peralatan jalan-jalannya Ayrra. Udah sangat sering dipakai. Dibeli bersamaan dengan beli baby box Pliko waktu usia kehamilanku 7 bulan. Kalo di rumah eyangnya, stroller ini paling sering dipakai. Soalnya eyang kakung Ayrra seneng banget dorong2 Ayrra dalam stroller nya. Kalo pergi ke mall, udah pasti stroller ini dibawa. Ayrra masih moody kalo ditaruh di stroller. Kalo mood nya bagus, Ayrra bisa anteng berlama-lama di strollernya. Tapi kalo ga bagus mood nya, duuuhh.. yang ada si stroller ini cuma berisi barang2 belanjaannya mama. Sedangkan Ayrranya? Dengan suksesnya gemblok di gendongan mama. hahaha..


Oh iya, aku beli stroller ini beserta car seatnya. Tapi ternyata mubazir sekali car seatnya. Karena tidak bisa dipakai dari usia newborn karena posisinya yang terlalu tegak. Dan untuk dipakai nanti pas saat Ayrra sudah bisa duduk rasanya juga ga mungkin. Karena badan Ayrra yang udah sedemikian bongsor, jadinya udah ga cukup untuk didudukin di car seatnya. Yah, pelajaran berharga deh. Biar nantinya kalo mau beli2 jangan kalap dulu. Mesti dipikirin kegunaannya.


8. Bak mandi Puku Petite
Bak mandi Puku Petite emang ok kok. Apalagi buat badan Ayrra yang bongsor gitu. Ayrra paling suka kalo udah dicemplungin di bak mandinya.


Baby bather juga aku sudah beliin buat Ayrra sejak kandunganku 7 bulan. Sampe sekarang baru dipake 1x, karena Ayrra terlihat tidak nyaman pake baby bather Carter Orange-nya itu. Tapi nanti mau dicoba lagi deh, siapa tau emang Ayrra belum terbiasa aja menggunakan baby bather nya.



Nah, itu sekilas must have items nya Ayrra menurut ku. Nanti kalo Ayrra sudah semakin besar dan mulai MPASI, pasti makin banyak list nya lagi. Belum lagi, Papa Ayrra juga sudah membelikan Spa Baby buat Ayrra, tapi menunggu Ayrra usia 3 bulan untuk dicoba.


Ada juga kado lahiran Ayrra berupa Blossom Farm Seat Me Up Cosy yang sudah dipasang papa Ayrra tapi belum bisa dicoba didudukkan buat Ayrra.


Duh, ga sabar melihat perkembangan Ayrra lebih lanjut.
Tetap sehat ya Nak.. Mama Papa Sayang Ayrraaaa :)

Selasa, 03 Agustus 2010

Cerita ASIP-ku



Mau coba dokumentasikan sedikit tentang ASIP ku yang selama ini aku perjuangkan untuk Ayrra...
Awal aku mulai memompa ASI saat Ayrra berumur 1 bulan. Aku termotivasi oleh seorang temanku yang berhasil mengumpulkan ASIP hingga 65 botol kaca saat ia mulai masuk kerja. Perahan pertamaku hanya menghasilkan 50ml, dan memakan waktu cukup lama, sekitar 30 menit. Tapi aku tak patah semangat, karena menurut banyak referensi, semakin sering kita pumping, maka akan semakin banyak ASI kita akan keluar. Dan kuantitas ASI akan mengikuti kebutuhan baby kita. So, jangan takut untuk mengalami kekurangan ASI bagi baby kita. Selama kita optimis, yakin, dan mampu, maka ASI kita pun akan mengalir deras.
Pumping kedua dan berikutnya aku semakin mahir menggunakan Medela Harmony-ku.

Mulai pumping kedua, aku bisa memperoleh 100 ml dan hanya memakan waktu 15 menit. Aku selalu rutin memompa ASI setiap hari, dan minimal 100 ml aku harus dapatkan selama aku cuti di rumah. Hingga tanggal 20 Juli, aku bisa memperoleh 60 botol kaca ASIP dengan kuantitas per botol 100 ml, dimana aku split penyimpanannya 25 di rumah mamaku, dan 35 di rumahku. Hal ini karena awal melahirkan aku memang tinggal di rumah mamaku di Pamulang. Jadilah freezer mamaku aku bajak, sehingga mamaku tidak bisa menyimpan ikan, daging, atau ayam lagi di freezernya.. hehehe.. makasih ya ma.. Begitu juga denganku, yang tidak bisa lagi menyimpan bahan makanan lagi di freezerku demi botol-botol ASIPku.
Kebingungan melandaku ketika aku ditugaskan kantor untuk dinas ke Palembang selama 3 hari disaat cuti melahirkan ku belum sepenuhnya habis. Hal itu terjadi pada 20 Juli lalu, sesuai postinganku sebelumnya. Aku cuma takut stock ku tidak mencukupi, walaupun secara hitung2an sih sebenarnya masih berlebih untuk Ayrra. Syukur alhamdulillah, ketakutanku tidak menjadi kenyataan. Walaupun yang aku sesali aku sempat membuang 4 botol ASIPku sebanyak 600 ml selama aku berada di Palembang karena tidak ada tempat penyimpanan yang proper, tapi aku bersyukur ASIP untuk Ayrra mencukupi dan Ayrra tidak rewel selama aku tinggal.
Dan sekarang, setelah aku mulai kembali bekerja, aku terus rutin pumping. Aku selalu jadwalkan 3x pumping sehari. Saat pagi pukul 9, siang pukul 12, dan sore pukul 16. Hasil yang kubawa ke rumah setiap harinya rata2 580-600 ml. Alhamdulillah sangat cukup. Terlebih lagi, pagi sebelum berangkat aku selalu pumping pukul 4 pagi untuk diminum Ayrra saat bangun subuh, dan biasanya dapat 150 ml. Yang aku makin bersyukur, waktu untuk pumping yang aku butuhkan tidak memakan waktu lama. Paling lama 10 menit aku sudah bisa memperoleh 150 ml ASIP. Sehingga tidak banyak memakan waktu kerjaku. Hal ini karena aku banyak mendengar cerita teman2ku yang tidak enak pada atasannya untuk meminta waktu pumping karena memakan waktu hampir 1 jam setiap kalinya hanya untuk pumping. Alhamdulillah, aku tidak memakan waktu lama. Dan alhamdulillah lagi, aku masih bisa tetap menyimpan ASIP paling tidak 100 ml setiap harinya karena kebutuhan ASIP Ayrra selama aku tinggal pergi bekerja rata2 hanya 500 ml. Sehingga masih bisa surplus 100 ml per harinya. Sekali lagi, Alhamdulillah..
Dan aku berdoa, semoga produksi ASI ku terus meningkat, sehingga aku bisa meluluskan Ayrra menjadi S1 ASIX, S2 ASIX, bahkan hingga S3 ASIX. Amin.