Lanjutan Day 1 dari sini
Hari kedua ini, itin kami di Bali antara lain :
1. Exploring hotel, menikmati private beach Aston Benoa
2. Naik Glass Bottom Boat menuju Pulau Penyu Tanjung Benoa
3. Menuju Garuda Wisnu Kencana
4. Makan siang di Pecel Bu Tinuk
5. Uluwatu
6. Lihat sunset di Klapa, Dreamland
Hihihi.. cukup padat yaaa.. Tapi aku sudah perhitungkan karena jaraknya yang dekat-dekat tiap tempatnya, jadi sepertinya memungkinkan untuk bisa dikunjungi semuanya.
Pagi-pagi jam 5.30 Wita, aku sudah bangun. Sholat Subuh, mandi, beres-beres sana sini, dan bangunin popo.. Popo mandi, gantian bangunin Ayrra, sambil bilang kalo kita mau renang pagi itu. Apa daya, anaknya masih ngantuk aja loh.. Ga mau dibangunin.. Yo wis lah, biarin si anak kicik bobo lelap dulu, biar ga cranky seharian nanti. Jadilah Ayrra baru bangun jam 7 Wita, dimana udah panas aja di Bali. Karena memang mau explore hotel, jadi begitu Ayrra bangun, langsung kita ajak jalan-jalan keliling hotel.
Aston Benoa ini cukup child friendly menurutku. Lingkungannya tenang. Private beachnya bersih, tenang ombaknya, dan pasirnya putih. Aku dan Ayrra asik membuat gunung-gunungan dari pasir pantai. Setelah itu, gantian Popo yang asik main ciprat-cipratan air laut sama Ayrra. Keasikan main di pantai, ga kerasa sudah jam 8 aja. Matahari mulai terik, kami mulai melipir kembali ke hotel untuk bersih-bersih. Berhubung Ayrra belum mandi, jadi mandiin Ayrra dulu baru breakfast.
Sekitar jam 9 Wita kami breakfast di Resto-nya Aston. Makanannya standar breakfast lah ya, tapi enyak-enyak kok.. :)
Paling suka french toast nya sama pancake nya. Ayrra makan apa? Biasalah, ini anak lidahnya Indonesia sekali. No bread, No pancake, maunya nasi putih ato nasi goreng. Titik. Hahaha.. Berhubung nasi gorengnya enyak juga, langsung aja aku bekal nasi gorengnya, masukin ke wadah lock n lock yang selalu aku bawa kemana-mana #emak irit# untuk bekal makan siangnya Ayrra, takut-takutnya kelewat jam makan Ayrra dan belum nemu resto yang OK. hihihi.. #pembenaran#
Selesai breakfast, kami sudah ditunggu driver kami Pak Rahman di lobby hotel. Yaaa... dimulailah petualangan hari ini.
Hari ini aku dan popo sudah berkostum celana pendek, artinya sudah siap untuk basah-basahan. Agenda hari ini memang mau naik Glass Bottom Boat menuju Pulau Penyu (Turtle Island). Keluar dari hotel sekitar pukul 9.30, kami menuju ke salah satu agent di Benoa yang gak jauh dari hotel untuk menyewa kapal menuju Pulau Penyu. Setelah tawar menawar, akhirnya kami bisa menyewa Glass Bottom Boat nya sebesar IDR 325 K. Kapalnya cukup bagus, bersih, dan terawat. Yang jadi masalah buat aku, karena modelnya yang seperti speed boat tapi ukurannya besar, maka setiap kali pecah ombak, langsung kontraksi lah perutku. Hihihi... bumil bandel.. Harusnya mungkin aku naik yang model perahu nelayan biasa, harga sewanya juga lebih murah sekitar IDR 250 K, tapi berhubung popo pinginnya sewa yang model speed boat, yo wislah, si momo yang jadi tumbalnya, kena kontraksi bolak balik. Hehehe..
Perjalanan naik glass bottom boat menuju Pulau Penyu ga terlalu lama, sekitar 20 menit. Sepanjang perjalanan, kita bisa melihat bawah laut yang kaya akan biota laut dan ikan-ikan kecil yang lucu-lucu sambil memberi makan ikannya. Sampai di Pulau Penyu, kami langsung disambut (atau dihadang?) oleh guide yang menemani kami selama di Pulau Penyu. Pertama kami diantar ke kandang Penyu yang besar, dimana kami bisa foto-foto dengan penyu itu, atau bahkan bisa menaiki penyunya jika pengunjungnya adalah anak kecil. Berhubung Ayrra ga mau naik penyunya, ya akhirnya cuma foto-foto di sebelah penyu besar itu. Lanjut ke anak-anak penyu, di sini kita bisa pegang anak-anak penyunya untuk foto bareng kita. Geli juga pegang anak-anak penyu itu, apalagi ketika kakinya gerak-gerak.. hihihi..
Dari bagian penyu-penyu, kita beralih ke bagian ular. Hahaha.. klo bagian ular sih bagian momo. Yang jijik pegang ular justru popo. Jadinya, cuma aku yang pegang ular saat difoto. Lepas dari ular, ada berbagai hewan lain yang bisa difoto bersama, antara lain burung hantu, kelelawar dan monyet. Terakhir, kami berfoto di lambangnya Pulau Penyu yang bertuliskan "Welcome to Turtle Island".
Lelah berpanas-panasan di Pulau Penyu, kami duduk-duduk di warung yang memang sepertinya disediakan di Pulau Penyu untuk melepas lelah sejenak sebelum kembali ke perahu. Kami memesan 3 kelapa muda batok @ IDR 20 K, yang mana ternyata kelapa mudanya masih sangat muda, ga ada dagingnya boo.. hihi.. tapi cukup lah buat mengusir dahaga air kelapanya.
Selesai minum air kelapa, kami pun kembali ke perahu, untuk kembali menuju Tanjung Benoa melanjutkan itinerary yang lain. Ternyata sesampainya kembali di Tj Benoa, Ayrra cranky, karena mengantuk dan memang sudah masuk jam tidurnya yang sekitar pukul 11. Belum lagi laut sedang pasang sehingga celana ku basah kuyup saat turun perahu. Ganti baju dulu deh, lanjut menidurkan Ayrra di mobil.
ini perahunya...
Tujuan selanjutnya adalah Garuda Wisnu Kencana. Karena masih jam 11 dan masih kenyang, akhirnya diputuskan makan siang diundur saja setelah dari GWK. Ayrra sudah tidur di pangkuanku, dan selama kami berada di GWK, Ayrra tetap tidur. Jadi Ayrra ga tau tuh, kalo selama sejam kami berada di GWK, foto-foto, keliling-keliling, dll. Untungnya di GWK ada tempat yang lumayan adem dinamakan Balai Bengong, dimana kita bisa melihat miniatur rencana GWK jika sudah jadi, dan ada teropong yang bisa melihat Bali dari ketinggian dengan membayar koin IDR 5 K per 2 menit. Untungnya lagi, Pak Rahman sang driver sangat menolong dengan menggendong Ayrra yang tidur selama kami berkeliling GWK. Jadi Ayrra bobo di Balai Bengong digendong Pak Rahman, sementara aku dan popo berfoto-foto dan berkeliling. Hehehe.. Thanks to Pak Rahman yang udah jadi super driver sekaligus baby sitter buat Ayrra.. hehehe..
Selesai sightseeing di GWK, ternyata udah jam 1 aja. Perut sudah keroncongan. Kami minta tolong Pak Rahman untuk mengantar ke Nasi Pedas Bu Andika di daerah Kuta. Tapi apa daya, siang itu jalanan ke Kuta macetnya minta ampun. Jadilah kami makan di Nasi Pecel Bu Andhika yang pertama kami lewati. Makanannya murah-murah, dan langsung dipasangi label harga gitu setelah pesanan kita bawa. Jadi, nanti tinggal di total aja yang harus dibayar, berdasarkan label harga yang kita terima, baik untuk makan dan minumannya.
Puas mengisi perut di Nasi Pecel Bu Andhika, kami balik lagi ke arah selatan menuju Uluwatu. Siang itu sebenarnya rencana kami langsung ke Dreamland, tapi kok ya sinar matahari masih terik banget, masih jam 3 sore, masih jauh menuju sunset yang memang kami jadwalkan di Dreamland. Atas saran Pak Rahman, kami pergi dulu ke Uluwatu yang ga terlalu jauh dari Dreamland.
Di Uluwatu ini terdapat pura dan hutan yang didiami kera yang cukup banyak. Di sore hari menjelang matahari terbenam juga terdapat pertunjukan Tari Kecak yang menawan. Sayangnya kami sampai di Uluwatu sekitar jam 3 sore, saat matahari masih terik-teriknya. Kami memutuskan untuk menggunakan jasa pemandu wisata untuk membantu menghalau kera-kera yang nakal di hutan Uluwatu. Karena pada saat yang bersamaan dengan kami, ada perempuan yang kehilangan digicam-nya karena diambil oleh kera-kera disana, dan hingga kami pulang pun kamera nya belum ditemukan. Yang kami takutkan bukan barang tepatnya, tapi takut Ayrra dicakar atau diganggu oleh gerombolan kera itu. Alhamdulillah, sepanjang kami disana tidak diganggu sama sekali oleh gerombolan kera itu.
Pemandangan di Uluwatu ini memang sangat indah. Lebih indah lagi jika menjelang sunset sebenarnya. Bisa berfoto di pinggiran tebing yang di bawahnya tepat samudra dan latar belakang langit yang biru, sungguh benar-benar keagungan Allah yang menciptakan. Yang agak menguras tenaga adalah naik undak-undakan menuju pura yang di atas. Huffff... dengan kondisi hamil 7 bulan, cukup melelahkan buatku. Apalagi popo yang sambil menggendong Ayrra, keringatnya berjatuhan terus. Hihihi.. hitung-hitung olahraga siang ya po...
Cukup satu jam kami berada di Uluwatu, karena panas yang juga masih menyengat, kami memutuskan untuk meninggalkan Uluwatu, dan segera menuju Klapa, Dreamland. Perjalanan menuju Klapa dari Uluwatu tidak terlalu jauh, hanya jalan menurun dan bisa dicapai sekitar 15 menit. Sekitar pukul 15.30 kami sudah tiba di Klapa. Ganti baju Ayrra sebentar, kemudian kami langsung masuk ke Klapa.
Untuk masuk ke Klapa, kami diharuskan membayar entrance fee-nya sebesar IDR 100 K per orang. Untuk Ayrra masih gratis. Entrance fee-nya itu bisa digunakan untuk membeli makanan dan minuman selama di resto-nya. Karena masih siang dan perut masih kenyang, kami memilih untuk berfoto-foto dulu sambil berkeliling Klapa yang memang view-nya bagus banget. Sekitar pukul 5 sore, barulah kami mencari table untuk memesan makan. Sekalian juga menyuapi Ayrra. Favorit Ayrra tentu saja nasi goreng. Jadi aku memesang nasi goreng ayam untukku dan Ayrra, sementara popo memesan nasi goreng daging. Nasi gorengnya enyaak.. menunya lengkap dengan sate ayam/daging lilit yang yummy. Ayrra pun lahap makannya.
Selesai makan, ga terasa matahari mulai terbenam. Cepat-cepat kami turun menuju pantai Dreamlandnya untuk mengabadikan moment indah itu. Ayrra bolak balik teriak : mamaaa.. matahali mau ilang.. mau ilaang.. hahaha.. lucunya kamu Nak..
Tangga menuju pantai Dreamland kalo dari Klapa ga terlalu curam dan ga terlalu banyak anak tangga yang harus dituruni. Akhirnya kami bisa berfoto-foto tepat sebelum matahari terbenam. Setelah terbenam, kami foto-foto lagi di pinggir kolam renang Klapa yang berada di tepi tebing. Kami memang ga mengagendakan renang di Klapa, karena toh di hotel juga kolam renangnya sudah lebih dari cukup. Sekitar pukul 6 sore, kami memutuskan untuk meninggalkan Klapa. Perut kenyang, hati senang, senyum sumringah :)
Pak Rahman sudah menunggu kami di lobby Klapa ketika kami memutuskan untuk pulang kembali ke hotel Aston. Yaaa.. hari kedua ini benar-benar padat jadwalnya. Untungnya Ayrra gampang makannya, gampang tidurnya, dan ga cranky. Emang bepergian dengan toddler itu harus ikut jadwal toddlernya yaa.. Alhamdulillah Ayrra cukup kooperatif hari ini.
Perjalanan dari Klapa, Dreamland menuju Aston Benoa ga memakan waktu lama. Sampai di hotel sudah pukul 7 malam, kami juga sudah lelah, dan alhamdulillah sudah kenyang makan di Klapa. Tinggal istirahat dan menikmati indahnya malam dari balkon hotel Aston.
To be continued..
Hello world!
9 bulan yang lalu
1 komentar:
Mbak, terima kasih atas tulisannya ya. saya sedang merancang itinerary utk trip ke bali teman2 satu seksi saya di kantor. Tulisan mbak sangat bermanfaat sekali krn sangat informatif (mencantumkan alamat, perkiraan jarak tempuh, harga, what we can do, dll)
Posting Komentar